Selasa, 27 JANUARI 2026 • 15:17 WIB

Mengenal Gunung Api Aktif dan Cara Memantau Statusnya

Author

Mengenal Gunung Api Aktif dan Cara Memantau Statusnya

Gunung api aktif menjadi perhatian penting bagi masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar area berisiko. Mengetahui status gunung api dapat membantu meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan terhadap bencana.

Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis

Di Indonesia, negara dengan banyak gunung api, memahami karakteristik dan aktivitas vulkanik sangat krusial. Artikel ini mengupas definisi, ciri-ciri, dan cara mengenali status gunung api aktif.

Definisi Gunung Api Aktif

Gunung api aktif adalah gunung yang telah meletus dalam kurun waktu yang relatif baru dan memiliki potensi untuk meletus lagi. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sebuah gunung api dikategorikan aktif jika telah terjadi letusan dalam 10.000 tahun terakhir.

Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua gunung yang tidak meletus dalam waktu lama dapat dianggap mati. Beberapa gunung api bisa memiliki siklus letusan yang sangat panjang, dan interaksi dengan elemen geologis lainnya masih dapat menghasilkan aktivitas.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka

Ciri-Ciri Gunung Api Aktif

Salah satu ciri utama gunung api aktif adalah adanya aktivitas geothermal, yang termasuk sumber air panas dan fumarol—yaitu kebocoran gas dari tanah. Tanda-tanda ini sering kali menandakan bahwa magma masih bergerak di dalam perut bumi.

Perubahan permukaan tanah juga merupakan indikator penting dari aktivitas vulkanik. Deformasi permukaan bisa diukur menggunakan teknologi geodetik canggih, yang memungkinkan ilmuwan untuk memantau gunung api dengan lebih mendalam.

Cara Mengenali Status Gunung Api Aktif

Untuk masyarakat umum, informasi terkini mengenai status gunung api dapat diakses melalui pusat vulkanologi atau aplikasi resmi yang menyediakan data vulkanik. Para peneliti dan ilmuwan sering memantau melalui pengukuran seismik dan pengamatan visual.

Selain itu, pola perubahan aliran sungai dan perilaku hewan di sekitar gunung api juga bisa memberikan indikator awal tentang kemungkinan letusan. "Perubahan dalam perilaku hewan sering kali menjadi indikator yang tidak bisa diabaikan untuk mendeteksi potensi bahaya," ungkap seorang ahli vulkanologi.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU