Thomas Djiwandono kini resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Juda Agung yang telah mengundurkan diri.
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Pengumuman ini disampaikan oleh Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR, setelah melalui rapat internal yang berlangsung di DPR.
Proses Penetapan dan Dukungan Partai Politik
Dalam proses penetapan ini, keputusan untuk mengangkat Thomas Djiwandono ditetapkan melalui musyawarah mufakat di Komisi XI. Mukhamad Misbakhun mengonfirmasi bahwa keputusan tersebut mendapat dukungan dari seluruh pimpinan komisi serta delapan fraksi yang ada.
Misbakhun menyatakan, 'Dalam rapat internal di Komisi 11, bahwa diputuskan yang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, pengganti Bapak Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Bapak Thomas AM Djiwandono.' Pengumuman ini menandakan adanya konsensus kuat di antara anggota DPR mengenai pemilihan ini.
Hasil dari keputusan tersebut akan diajukan ke Sidang Paripurna untuk mendapatkan persetujuan. Misbakhun menegaskan, 'Dan nanti akan dibawa ke DPR RI untuk disahkan dalam rapat paripurna besok.'
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Pertimbangan Pemilihan Thomas Djiwandono
Misbakhun menjelaskan bahwa reputasi Thomas Djiwandono sebagai figur yang bisa diterima oleh semua partai politik menjadi salah satu alasan utama pemilihan ini. Reputasi tersebut dianggap penting dalam situasi politik yang semakin dinamis.
Lebih lanjut, Misbakhun juga menyoroti kompetensi Thomas dalam sinergi kebijakan moneter dan fiskal. 'Pertimbangannya bahwa Bapak Thomas adalah figur yang bisa diterima oleh semua partai politik, dan figur Bapak Thomas tadi juga menjelaskan dengan sangat bagus soal bagaimana perlunya membangun sinergi,' ungkap Misbakhun.
Thomas diharapkan dapat mengimplementasikan 'agile' atau kelincahan dalam pengambilan keputusan, tema yang sangat relevan dalam kebijakan ekonomi saat ini. Misbakhun menambahkan, 'Dan menurut saya memang itu isu yang sedang kuat saat ini, bagaimana membangun sinergi yang saling menguatkan antara monetary policy dan fiskal policy.'
Implikasi bagi Kebijakan Ekonomi
Penunjukan Thomas Djiwandono diharapkan dapat memperkuat kebijakan ekonomi Indonesia, terutama di tengah tantangan global yang terus bergejolak. Dengan pengalaman di bidang ekonomi, Thomas berpotensi memberikan kontribusi yang berarti.
Kecepatan dan efisiensi dalam pengambilan keputusan menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Thomas diharapkan untuk membangun 'sinergi yang saling menguatkan' dalam konteks kebijakan ekonomi yang harus dijalankan.
Lebih jauh lagi, Thomas diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara Bank Indonesia dan pemerintah. Hal ini krusial untuk memastikan bahwa langkah-langkah kebijakan dapat terkoordinasi dengan baik demi mencapai target-target ekonomi nasional.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: