Senin, 26 JANUARI 2026 • 17:55 WIB

Visi Indonesia Menjadi Negara Maju di Tahun 2045 Menurut Thomas Djiwandono

Author

Visi Indonesia Menjadi Negara Maju di Tahun 2045 Menurut Thomas Djiwandono

Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, percaya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju pada tahun 2045. Dalam uji kelayakan sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, ia menekankan pentingnya sinergitas dalam kebijakan ekonomi.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR

Thomas menyatakan bahwa untuk mencapai status tersebut, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan adalah kunci utamanya. Ia menyoroti perlunya penggerakan mesin pertumbuhan ekonomi di sektor fiskal, moneter, dan investasi.

Sinergitas dalam Kebijakan Ekonomi

Dalam paparan di hadapan Komisi XI DPR, Thomas Djiwandono menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pengelolaan kebijakan dan pengelola kebijakan. Ia menekankan, "Paparan saya hari ini kata kuncinya adalah sinergi."

Thomas meyakini bahwa sinergi ini dapat menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia menambahkan, "Kita ketahui semua bahwa pertumbuhan ekonomi sudah dicanangkan oleh kita semua dimulai Komisi XI ini adalah suatu alur atau jalan supaya Indonesia dapat bangun dapat maju."

Keberhasilan mencapai tujuan ini, menurut Thomas, tergantung pada kemampuan untuk membuat kebijakan yang selaras. Dukungan terhadap kebijakan yang mendorong pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan adalah hal yang sangat dibutuhkan.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui

Potensi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Thomas menyampaikan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi luar biasa untuk menjadi negara maju dalam dua dekade ke depan. "Indonesia perlu mempunyai pertumbuhan yang tinggi, inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.

Dia menjelaskan, saat ini mesin pertumbuhan ekonomi perlu berfungsi secara bersamaan. Ini mencakup penguatan sektor fiskal, pengelolaan kebijakan moneter, dan peningkatan iklim investasi.

Dengan berfungsinya seluruh mesin pertumbuhan, diharapkan dampak positif dapat dirasakan di sektor-sektor lain yang memiliki nilai tambah. "Pun juga di sektor yang resilience dan padat karya untuk tumbuh bersama," tambahnya.

Strategi untuk Mewujudkan Pertumbuhan yang Inklusif

Menurut Thomas, pemerataan pembangunan dan stabilitas nasional adalah dua poin penting yang harus diperhatikan. Ia menjelaskan, "Kalau kita lihat di level sinergi kebijakan pertumbuhan ekonomi tercipta apabila likuiditas diciptakan untuk aktivitas ekonomi."

Ia lebih lanjut menekankan pendorongan suku bunga yang kompetitif dan dukungan dari lembaga keuangan perlu untuk ekspansi usaha. Hal ini diharapkan bisa memberikan ruang bagi perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dukungan terhadap UMKM sangat vital mengingat kontribusinya pada perekonomian nasional. Target dari dukungan ini adalah untuk menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU