Senin, 26 JANUARI 2026 • 16:40 WIB

Respon WHO Terhadap Tuduhan AS Mengenai Penanganan Pandemi Covid-19

Author

Respon WHO Terhadap Tuduhan AS Mengenai Penanganan Pandemi Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan penjelasan terkait tuduhan dari Amerika Serikat yang menyebutkan nama baiknya telah tercoreng. Pernyataan ini muncul setelah AS mengumumkan resmi keluar dari organisasi tersebut.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China

Dalam keterangan resminya, WHO menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan tetap berkomitmen untuk bekerjasama dengan semua negara anggota, termasuk AS.

Tuduhan dari Amerika Serikat dan Respon WHO

Pemerintah Amerika Serikat yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump mengklaim bahwa WHO sering mempermalukan negara tersebut. WHO merespons dengan menyatakan, "Seperti halnya terhadap setiap Negara Anggota, WHO selama ini selalu berupaya menjalin keterlibatan dengan Amerika Serikat secara itikad baik, dengan penuh penghormatan terhadap kedaulatannya."

WHO menjelaskan bahwa mereka telah melaksanakan berbagai langkah untuk menangani pandemi Covid-19. Mereka mengaktifkan sistem manajemen insiden darurat sejak menerima laporan pertama mengenai kluster kasus di Wuhan, China pada 31 Desember 2019.

Pernyataan WHO menunjukkan bahwa mereka bertindak cepat dengan membagikan seluruh informasi secara transparan. "Sepanjang pandemi, WHO bertindak cepat, membagikan seluruh informasi yang dimilikinya secara cepat dan transparan kepada dunia, serta memberikan rekomendasi kepada Negara Anggota berdasarkan bukti terbaik yang tersedia," tambah WHO.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Keputusan AS untuk Keluar dari WHO

Amerika Serikat secara resmi mengumumkan keluar dari WHO pada 22 Januari 2021, mengikuti proses yang dimulai dengan Perintah Eksekutif yang ditandatangani oleh Trump. Dalam statemen dari Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS (HHS), dinyatakan bahwa keputusan ini mengikuti masa pemberitahuan yang diwajibkan selama satu tahun.

"Pada 20 Januari 2025, Presiden Donald Trump menandatangani Perintah Eksekutif 14155 yang secara resmi memulai proses penarikan Amerika Serikat dari WHO," demikian pernyataan tersebut. Ini menandai berakhirnya kerjasama antara AS dan WHO di tengah berbagai kritik yang berkembang.

Tuduhan mengenai "kegagalan WHO selama pandemi Covid-19" menjadi alasan utama penarikan diri ini. Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Kesehatan Robert F Kennedy Jr. mengungkapkan pandangan bahwa WHO seringkali bertentangan dengan kepentingan nasional AS.

Pandangan WHO Terhadap Tuduhan dan Tindakan Mereka

WHO menyatakan bahwa tidak ada organisasi atau pemerintah yang sempurna dalam menangani krisis kesehatan. Mereka menekankan komitmen untuk mendukung negara-negara dalam mengambil keputusan terbaik berdasarkan kondisi masing-masing.

"WHO merekomendasikan penggunaan masker, vaksin, dan pembatasan jarak fisik, namun tidak pernah merekomendasikan kewajiban masker, kewajiban vaksin, maupun kebijakan lockdown," jelas WHO dalam keterangan resminya.

Meskipun AS telah menarik diri, WHO berharap kolaborasi global dalam mengatasi pandemi tetap terjaga. Mengingat peran AS sebagai donatur terbesar, dampak dari keputusan ini akan signifikan bagi upaya kesehatan global ke depannya.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU