Ibu kota Greenland, Nuuk, mengalami pemadaman listrik mendadak tepat saat ketegangan internasional memuncak terkait ancaman pencaplokan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (24/1) malam tersebut berawal dari angin kencang yang melanda pembangkit listrik di wilayah tersebut.
Kronologi Pemadaman Listrik
Menurut laporan dari surat kabar lokal, Sermitsiaq, pemadaman listrik di Nuuk disebabkan oleh 'kesalahan jalur pada saluran transmisi' di pembangkit listrik tenaga air Buksefjord akibat angin kencang.
Perusahaan listrik Greenland melalui media sosial mengonfirmasi bahwa mereka sedang berupaya memulihkan aliran listrik dengan menggunakan pembangkit listrik darurat.
Kendati pemadaman listrik terjadi, beberapa daerah juga mengalami dampak terhadap pasokan air dan konektivitas internet yang terganggu, menyulitkan masyarakat setempat.
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Upaya Pemulihan dan Imbauan kepada Warga
Setelah pemadaman listrik berlangsung, upaya pemulihan dilakukan dan dilaporkan bahwa sekitar 75 persen aliran listrik telah kembali normal pada Minggu pagi (25/1) setelah pukul 03.30.
Perusahaan listrik juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk menghemat daya demi kelancaran pemulihan total yang masih berlangsung.
Dalam situasi ini, pemerintah Greenland merilis imbauan kesiapsiagaan bencana bagi warga, meminta mereka untuk mempersiapkan pasokan air minum, makanan, dan alat komunikasi alternatif selama lima hari.
Ketegangan Internasional dan Dampaknya bagi Greenland
Pemadaman ini terjadi di tengah ancaman pencaplokan oleh Presiden Trump, yang juga telah menerjunkan pesawat militer ke pangkalan Washington di Greenland.
Badan Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD) menjelaskan bahwa pengerahan pesawat militer tersebut telah direncanakan jauh sebelumnya dan akan segera tiba di wilayah Greenland.
Trump menekankan bahwa pulau ini yang kaya akan mineral adalah bagian penting dari keamanan nasional AS, dan ia mengingatkan tentang potensi kehadiran Rusia dan China jika langkah strategis tidak diambil.
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: