Senin, 26 JANUARI 2026 • 11:42 WIB

Kabar Perombakan Kabinet, PAN Beri Penjelasan Penting

Author

Kabar Perombakan Kabinet, PAN Beri Penjelasan Penting

Isu mengenai perombakan kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran kembali hangat dibicarakan di kalangan publik. Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menegaskan bahwa keputusan reshuffle sepenuhnya ada di tangan Presiden.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Saleh juga mengingatkan bahwa evaluasi terhadap kinerja para menteri merupakan hak prerogatif Presiden dan tidak boleh dipengaruhi oleh pihak lain. Hal ini menyoroti betapa pentingnya proses manajemen pemerintahan yang efektif.

Hak Prerogatif Presiden

Saleh Partaonan Daulay menjelaskan bahwa Presiden memiliki kewenangan penuh untuk mengevaluasi dan mengawasi kinerja para menterinya. Dia menekankan, "Siapa pun tidak punya kewenangan untuk membatasi kewenangan Presiden ini."

Penilaian terhadap para menteri dapat bersumber dari evaluasi internal maupun masukan dari pihak lain yang dianggap layak oleh Presiden. Dengan demikian, keputusan reshuffle haruslah diambil berdasarkan penilaian yang komprehensif.

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mencermati bahwa keputusan untuk melakukan reshuffle seringkali menghadapi reaksi beragam dari publik. Di masyarakat, muncul berbagai ekspektasi mengenai siapa yang seharusnya diganti atau dipertahankan.

Tantangan Masa Depan

Saleh menegaskan bahwa kualitas calon pengganti menjadi faktor penting jika reshuffle akan dilakukan. Dia menyebutkan masih banyak tugas yang harus diselesaikan, termasuk menyebarluaskan visi Asta Cita serta menangani bencana alam di pulau Sumatra.

Di samping tantangan domestik, Presiden juga dituntut untuk memberi perhatian pada isu-isu global. Menurut Saleh, Presiden Prabowo berkomitmen untuk membuat Indonesia aktif dalam kerjasama internasional yang bermanfaat bagi rakyat.

Hal ini mengarah pada pentingnya kesabaran masyarakat menunggu keputusan resmi dari istana. "Kita tunggu saja bagaimana keputusannya nanti. Apapun yang diputuskan, semoga dapat membawa kebaikan bagi semua," pungkasnya.

Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU