Senin, 26 JANUARI 2026 • 11:09 WIB

Cuaca Ekstrem Terus Menghampiri Indonesia: Monsun Asia dan Siklon Tropis Berperan Penting

Author

Cuaca Ekstrem Terus Menghampiri Indonesia: Monsun Asia dan Siklon Tropis Berperan Penting

Monsun Asia yang datang dari Laut China Selatan kembali memicu cuaca ekstrem di Indonesia. Hujan lebat yang melanda berbagai wilayah saat ini dapat dikaitkan dengan fenomena ini, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang

BMKG mencatat bahwa pengaruh angin dari Siberia membantu meningkatkan aktivitas hujan dalam waktu dekat. Ini menunjukkan bahwa cuaca ekstrem yang kita alami belum akan berlalu dalam waktu dekat.

Dampak Monsun Asia terhadap Cuaca Indonesia

Monsun Asia memiliki pengaruh signifikan terhadap pola cuaca di Indonesia. Menurut BMKG, masa udara lembab dari monsun ini berkontribusi pada pembentukan awan hujan di selatan negara kita.

Angin yang bergerak melalui Selat Karimata membawa efek pendinginan dari dataran tinggi Siberia. Hal ini menciptakan kondisi yang ideal untuk peningkatan hujan, terutama di Sumatera, Jawa, dan Bali.

Laporan cuaca tahunan menegaskan pentingnya aktivitas monsun dalam perubahan pola cuaca secara keseluruhan. Selama sepekan ke depan, potensi peningkatan aktivitas monsun diprediksi akan terus berlanjut.

Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?

Pengaruh Siklon Tropis

BMKG juga mengidentifikasi keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P di Samudra Hindia. Keberadaan siklon ini berpotensi memperkuat daerah konvergensi hujan di wilayah selatan Indonesia.

Dampak dari siklon ini bisa dirasakan di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Dalam hal ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan proaktif menghadapi cuaca ekstrem.

Siklon tropis ini menambah kerumitan sistem cuaca yang ada. Ini juga memberikan tantangan baru dalam hal prediksi cuaca serta mitigasi risiko bencana.

Update Prediksi Cuaca

Prospek cuaca untuk periode 26-29 Januari 2026 dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global. BMKG melaporkan bahwa fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada dalam fase negatif, dengan indikasi La Niña yang lemah.

Kondisi ini memungkinkan pasokan uap air yang diperlukan untuk pembentukan hujan meningkat, khususnya di bagian timur Indonesia. BMKG memperkirakan potensi cuaca ekstrem masih sangat tinggi di seluruh daerah.

Warga diharapkan memperhatikan kemungkinan hujan lebat yang terjadi di Aceh, Banten, dan Papua. Peringatan dini sudah dikeluarkan terkait potensi hujan, petir, dan angin kencang yang mungkin mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU