Senin, 26 JANUARI 2026 • 10:52 WIB

Tanah Longsor di Bandung Barat: 17 Korban Jiwa dan Proses Identifikasi Berlanjut

Author

Tanah Longsor di Bandung Barat: 17 Korban Jiwa dan Proses Identifikasi Berlanjut

Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor yang melanda Bandung Barat mencapai 17 orang.

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol

Proses identifikasi jenazah terus berlangsung dengan 11 jenazah sudah berhasil diidentifikasi.

Rincian Korban dan Proses Identifikasi

Bencana yang terjadi di Bandung Barat ini telah menyisakan kesedihan mendalam bagi banyak keluarga, dengan 17 orang dinyatakan meninggal dunia. Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi 11 jenazah, sedangkan enam jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan dalam keterangan persnya bahwa total 25 kantong jenazah telah diserahkan oleh tim SAR gabungan. "Korban meninggal dunia akibat longsor di Bandung Barat mencapai 17 orang," ujarnya.

Abdul Muhari juga menjelaskan bahwa proses identifikasi dapat berjalan lebih cepat jika jenazah utuh dan memiliki identitas yang jelas. Namun, untuk potongan tubuh tertentu, waktu pencocokan data ante mortem menjadi lebih lama.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Pencarian Lanjutan dan Strategi Tim SAR

Saat ini, tim pencarian masih melanjutkan usaha untuk menemukan korban lainnya dengan strategi terukur. Abdul Muhari menambahkan, "Pagi ini, proses pencarian kembali dilanjutkan dengan fokus titik pencarian yang sebelumnya sudah dipetakan melalui gambar yang diolah melalui drone."

Tim SAR gabungan bekerja tanpa henti, tidak hanya mencari korban tetapi juga melakukan pemetaan yang diperlukan untuk identifikasi. Mereka berupaya memastikan tidak ada korban yang tertinggal.

Pihak berwenang juga bertekad untuk menyelidiki penyebab longsor, termasuk dugaan adanya kesalahan prosedur yang bisa menjadi faktor penyebab tragedi ini.

Tanggung Jawab Pemerintah dan Upaya Mitigasi Bencana

Perhatian dari pemerintah pun ditunjukkan, di mana Mendagri meminta pemerintah daerah untuk lebih serius mengelola tata ruang dan alih fungsi lahan yang berisiko bencana. Hal ini diharapkan bisa menghindari terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Pemerintah diimbau untuk memperbaiki evaluasi dan penerapan langkah-langkah mitigasi bencana dengan lebih solid. Ini termasuk peningkatan infrastruktur serta edukasi bagi masyarakat tentang risiko tanah longsor.

Kolaborasi antar instansi juga penting, sehingga penanganan dan pencegahan bencana dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU