Minggu, 25 JANUARI 2026 • 14:26 WIB

Protes Massal Mengguncang Minneapolis Setelah Penembakan Agen Imigrasi

Author

Protes Massal Mengguncang Minneapolis Setelah Penembakan Agen Imigrasi

Penembakan oleh agen imigrasi AS yang menewaskan seorang warga negara di Minneapolis telah memicu protes besar-besaran di seluruh kota.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz

Insiden ini merupakan yang kedua dalam sebulan, menarik perhatian dan kecaman dari berbagai kalangan di seluruh negeri.

Kronologi Kejadian di Minneapolis

Penembakan terjadi saat sekelompok demonstran berkumpul untuk menolak kebijakan imigrasi yang ketat. Menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri, agen Patroli Perbatasan berusaha melindungi diri ketika seorang pria mendekat.

Namun, saksi mata menunjukkan situasi yang berbeda. Alex Pretti, korban penembakan berusia 37 tahun, hanya memegang telepon saat berusaha membantu para demonstran lain.

Rekaman menunjukkan bahwa Pretti tidak memiliki senjata api. Ia terlihat merekam kejadian dengan ponselnya di tangan kiri.

Video juga memperlihatkan Pretti berusaha menolong seorang wanita yang terjatuh, namun menjadi sasaran semprotan merica dari agen imigrasi.

Respon Terhadap Insiden Penembakan

Setelah penembakan, ratusan demonstran memenuhi jalanan untuk menyuarakan ketidakpuasan. Mereka bertemu langsung dengan agen bersenjata yang menggunakan gas air mata dan granat kejut.

Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang

Demonstrasi meluas hingga ke kota lainnya seperti New York, Washington D.C., dan San Francisco. Ini menandai rangkaian protes terkait isu rasial dan kebijakan penegakan hukum.

Media massa meliput insiden ini secara luas dan banyak pemimpin lokal menyerukan pertanggungjawaban pihak berwenang. Suara masyarakat semakin keras menuntut keadilan pada saat ketegangan sosial meningkat.

Protes ini memperlihatkan besarnya dampak dari kebijakan imigrasi yang berlawanan dengan tuntutan masyarakat di berbagai kota besar.

Dampak Politik dan Ketegangan Antara Pejabat

Ketegangan meningkat antara pejabat negara bagian dan federal setelah insiden ini. Banyak pejabat lokal merasa diabaikan dalam proses penyelidikan yang berkaitan dengan penembakan.

Insiden ini mewakili perseteruan yang lebih besar tentang kebijakan federal versus kebutuhan keamanan lokal. Kasus serupa juga pernah terjadi pada Renee Good yang ditembak oleh agen imigrasi pada Januari lalu.

Masyarakat khawatir insiden seperti ini dapat memicu lebih banyak kekerasan di tengah ketidakpuasan yang sudah ada. Discourses tentang keadilan sosial dan keamanan terus bergulir di tengah protes-protes yang semakin meluas.

Melihat situasi yang terjadi, berbagai aktivis semakin menyerukan perlunya reformasi kebijakan imigrasi dan perlindungan hak-hak sipil.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU