Minggu, 25 JANUARI 2026 • 14:13 WIB

Mencegah Ngantuk di Kantor dengan Cara Sehat Tanpa Kopi

Author

Mencegah Ngantuk di Kantor dengan Cara Sehat Tanpa Kopi

Ngantuk saat bekerja merupakan masalah umum yang sering kali diatasi dengan menyeruput kopi atau ngemil sesuatu yang manis. Namun, Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Doddy Izwardy, menunjukan bahwa kekurangan cairan justru bisa jadi penyebab utama rasa ngantuk tersebut.

Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Doddy mengingatkan bahwa untuk menjaga kewaspadaan dan mencegah kelelahan, penting bagi kita untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Hidrasi yang cukup bisa menjadi solusi efektif dibandingkan mengandalkan kafein.

Pentingnya Hidrasi untuk Waspada

Menurut Doddy Izwardy, kekurangan cairan dapat menimbulkan gejala kelelahan yang mengarah pada rasa ngantuk. Dia merekomendasikan agar saat merasakan ngantuk, kita bisa minum air hangat sebanyak dua gelas untuk mengembalikan kewaspadaan.

Ini menunjukkan bahwa kadang solusi sederhana seperti meminum air bisa lebih efektif ketimbang bergantung pada kopi. Hidrasi yang baik tidak hanya membantu menjaga energi, tetapi juga dapat meningkatkan produktivitas.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Dampak Negatif Kebiasaan Konsumsi Kopi

Doddy mengingatkan bahwa mengandalkan kopi dan camilan manis untuk mengatasi ngantuk memiliki dampak kesehatan jangka panjang. Dia memperingatkan, 'Kalau kebiasaan, lama-lama ginjal yang kena,' menyoroti risiko diabetes dan gangguan kesehatan lainnya yang bisa dihadapi.

Dengan mengonsumsi air putih dua liter sehari dan aktif bergerak selama 30 menit, kita bisa menjaga kesehatan dengan lebih baik. Menurutnya, menghindari makanan tertentu saja tidak cukup, tetapi harus ada keseimbangan dalam pola makan dan aktivitas fisik.

Keanekaragaman Pangan untuk Kesehatan Optimal

Selain hidrasi, Doddy juga menekankan pentingnya keanekaragaman pangan dalam diet harian kita. Ia menyarankan agar tidak ada jenis makanan yang dibatasi kecuali untuk keperluan tertentu, seperti alasan medis.

Pendekatan individual dalam pola makan juga menjadi hal yang vital. 'Pendekatannya beda-beda tiap orang,' katanya, menggarisbawahi bahwa setiap orang membutuhkan strategi kesehatan yang disesuaikan berdasarkan kondisi masing-masing.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU