Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Program ini ditargetkan menjangkau 136 juta warga pada tahun 2026, meningkat signifikan dari 70 juta peserta pada tahun sebelumnya.
Target Partisipasi Program CKG
Program CKG bertujuan untuk menjangkau jumlah peserta yang lebih besar dalam pemeriksaan kesehatan. Target ambisius ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
Menkes Budi menyatakan, 'Ini adalah mimpi dan tugas dari Bapak Presiden ke kami. Bagaimana caranya selain cek kesehatan gratis ditingkatkan, yang lebih penting adalah bagaimana kita menyehatkan seluruh masyarakat.'
Dengan peningkatan target, pemerintah ingin mendeteksi dan menangani masalah kesehatan lebih awal, sehingga kesehatan masyarakat dapat terjaga dan terjamin.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Implementasi dan Penanganan Peserta CKG
Dalam pelaksanaan program ini, masyarakat yang teridentifikasi kurang sehat akan menerima penanganan medis yang lebih komprehensif. Hal ini menjadi langkah maju dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Budi menjelaskan, 'Orang yang kami identifikasi kurang sehat atau rapor kuning, tidak sehat atau rapor merah itu harus ditindaklanjuti, ditatalaksana agar kembali sehat hingga rapor hijau.'
Pada tahun 2025, peserta yang terdeteksi hanya menerima edukasi terkait pola hidup sehat. Namun, mulai tahun ini, mereka akan mendapatkan obat dan perawatan langsung.
Demografi Peserta Cek Kesehatan Gratis
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 70 juta orang telah mengikuti Program CKG, dengan komposisi peserta perempuan yang lebih banyak, yaitu 54,39 persen.
Dari data yang dihimpun, bayi baru lahir menjadi kelompok dengan persentase terbesar dalam pelaksanaan CKG, di mana 2,3 juta dari 4,4 juta bayi berpartisipasi.
Peserta anak usia sekolah dan remaja juga menunjukkan jumlah yang signifikan, dengan 19,7 juta dari 48 juta anak ikut dalam pemeriksaan kesehatan.
Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: