Bencana longsor yang terjadi di Cisarua, Bandung Barat, mengakibatkan enam nyawa melayang dan meninggalkan dampak serius bagi warga sekitar.
Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan
Tim SAR masih terus mencari 84 orang yang hilang setelah longsor yang terjadi pada 24 Januari 2026 itu.
Rincian Kejadian Longsor
Longsor terjadi di Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan 11, Desa Pasirlangu. Menurut Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, hujan deras sebelum peristiwa telah memicu longsor yang menghasilkan kerugian signifikan.
Sekitar 30 rumah terimbas, dan 111 warga terkena dampak bencana ini. Umar menambahkan, "Hujan deras yang terjadi sebelumnya memicu terjadinya longsor ini."
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
Identifikasi Korban
Dari enam korban yang meninggal, ada nama-nama seperti Sunarya, Jajang, Nining, Enur, Aah, dan Rahmat. Mayoritas dari mereka merupakan penghuni area rawan longsor di kaki Gunung Burangrang.
Proses identifikasi korban dan pencarian yang hilang masih berlangsung melalui tim gabungan dari BASARNAS, TNI, dan relawan setempat. Nur Awaludin menegaskan, "Kami akan terus berupaya sampai semua warga yang hilang dapat ditemukan."
Kegiatan Pencarian dan Tanggap Darurat
Tim SAR telah dikerahkan secara penuh untuk melakukan pencarian dengan alat berat. Tujuannya adalah menggeser material longsor yang mencakup rumah warga.
Kepala Desa menekankan pentingnya dukungan masyarakat. "Kami memerlukan semua tenaga dan sumber daya yang ada untuk mendukung upaya pencarian ini," ujar beliau.
Pemerintah daerah juga mengirim bantuan makanan dan kebutuhan dasar kepada pengungsi, sebagai bentuk dukungan dalam masa sulit ini.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: