Banjir besar yang melanda Jakarta mulai menunjukkan tanda-tanda surut pada malam 23 Januari 2026, namun kesulitan masih menghantui sejumlah wilayah.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Sesuai laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, 81 RT dan 15 ruas jalan masih terendam air hingga pukul 22.00 WIB.
Situasi Terkini Banjir di Jakarta
BPBD DKI Jakarta menyampaikan bahwa sama seperti laporan sebelumnya, sedikit kemajuan terlihat dengan penurunan jumlah RT yang terendam dari 114 menjadi 81. Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, mengatakan, 'BPBD mencatat saat ini terdapat 81 RT dan 15 ruas jalan tergenang.'
Meski situasi mulai stabil, banyak warga yang masih kesulitan akibat dampak banjir ini. Bantuan serta dukungan kepada mereka masih sangat dibutuhkan saat ini.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Data Lokasi dan Tinggi Air
Banjir paling parah terlihat di Jakarta Barat di mana sebanyak 50 RT terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 120 cm. Curah hujan yang ekstrem dan luapan kali seperti Kali Angke dan Kali Ciliwung menjadi pemicu utama bencana ini.
Di Jakarta Selatan, jumlah RT yang terendam berkurang dari 31 menjadi 9, menunjukkan perbaikan meskipun belum sepenuhnya pulih. Hal yang sama terjadi di Jakarta Timur, di mana dari 26 RT yang sebelumnya terendam kini tersisa 15.
Wilayah Pengungsian dan Layanan Kesehatan
Bagi masyarakat yang terdampak, sejumlah lokasi pengungsian telah disiapkan, seperti di Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Rawa Buaya, yang menampung ratusan warga yang terpaksa mengungsi. Masjid dan aula pertemuan menjadi tempat berlindung sementara bagi mereka.
Dilaporkan juga adanya kebutuhan mendesak untuk pengiriman bantuan makanan serta layanan medis di lokasi-lokasi terdampak. BPBD mengimbau masyarakat agar terus mengikuti informasi terbaru dan menjaga kesehatan selama masa sulit ini.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: