Jenazah pramugari pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita Sianipar, telah diserahkan kepada keluarganya di Makassar oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Proses penyerahan berlangsung dalam suasana haru, di mana ayah Esther menerima jenazah dengan penuh rasa syukur meski diliputi kesedihan.
Proses Penyerahan Jenazah yang Emosional
Pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 16:41 Wita, penyerahan jenazah berlangsung di kantor Biddokkes Polda Sulsel.
Ayah Esther, ditemani oleh tiga perwakilan dari maskapai Indonesia Air Transport (IAT), menerima jenazah dengan nuansa haru mencengkeram suasana.
Seorang perwakilan dari maskapai pun menyampaikan belasungkawa dan memberikan pelukan kepada ayah Esther, menunjukkan empati di tengah tragedi ini.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Kesedihan yang Mendalam di Tengah Keluarga
Di lokasi serah terima, keluarga Esther berusaha menunjukkan ketabahan meski wajah mereka penuh dengan air mata.
Ayah Esther menerima berkas penyerahan dengan penuh haru, mengekspresikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak DVI.
Ia meluapkan kata-kata syukur dengan pelan, 'Terima kasih, terima kasih,' meskipun kesedihan menyelimuti setiap kata yang diucapkan.
Perjalanan Terakhir Jenazah ke Bogor
Setelah proses penyerahan, jenazah dimasukkan ke dalam ambulans milik Biddokkes Polda Sulsel untuk perjalanan terakhir.
Salah satu petugas DVI menjelaskan, '(Jenazah) atas nama Esther diterbangkan ke Jakarta, lanjut ke Bogor (Jawa Barat).'
Penerbangan ini menunjukkan komitmen keluarga untuk membawa Esther kembali ke tempat asalnya, di mana ia akan dikebumikan dengan hormat.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: