Kementerian Kesehatan Republik Indonesia baru-baru ini melaporkan penemuan 74 kasus baru subclade K dari influenza A(H3N2) setelah melakukan pemeriksaan terhadap 204 spesimen antara 1 dan 10 Januari 2026.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Kasus ini paling banyak tercatat di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, dengan puncaknya terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025.
Tren Kasus Influenza A(H3N2) di Indonesia
Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menyatakan bahwa setelah puncaknya pada minggu ke-40, kasus influenza subclade K menunjukkan penurunan yang signifikan.
Ia juga menyebutkan bahwa tidak ada penambahan kasus baru yang tercatat sejak minggu ke-52, dengan mayoritas pasien mengalami gejala yang relatif ringan hingga sedang.
Kelompok yang paling berisiko adalah lansia dan individu dengan komorbiditas, yang dapat memperparah kondisi mereka.
Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan
Gejala Influenza A(H3N2) Subclade K
Dr. Nastiti Kaswandani, anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menjelaskan bahwa gejala subclade K tidak jauh berbeda dari influenza A biasa.
Beberapa gejala yang umum dilaporkan termasuk demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri tenggorokan, dan keluhan pernapasan.
Dokter juga menekankan bahwa diagnosis tidak dapat dilakukan hanya dengan pemeriksaan visual, melainkan memerlukan analisis lebih lanjut untuk identifikasi yang tepat.
Kesadaran Kesehatan dan Pencegahan
Tenaga medis dan dokter telah diminta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya influenza, terutama untuk kelompok yang berisiko tinggi.
Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan demi menghindari penularan.
Meningkatkan kesadaran terhadap virus H3N2 sebagai salah satu penyebab utama influenza musiman sangat diperlukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat.
Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: