Amerika Serikat telah secara resmi menyelesaikan proses penarikan dirinya dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setelah pengumuman dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS pada hari Kamis kemarin.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Keputusan ini merupakan langkah konkret dari agenda Presiden Donald Trump yang menegaskan ketidakberlanjutan keterlibatan AS dengan organisasi internasional ini.
Proses Penarikan Diri dari WHO
Proses penarikan dari WHO dimulai pada hari pertama masa jabatan kedua Donald Trump. Dalam proses ini, AS diharuskan memberi pemberitahuan satu tahun sebelumnya serta melunasi semua kewajiban keuangan yang tersisa.
Saat ini, negara ini masih memiliki tunggakan sekitar 260 juta dolar AS kepada WHO, dan Dr. Lawrence Gostin, seorang pakar hukum kesehatan, menyebutkan bahwa kemungkinan kecil bagi AS untuk membayar utang tersebut.
Meskipun WHO secara teoritis dapat mengeluarkan resolusi untuk menuntut pembayaran utang, organisasi ini tidak memiliki mekanisme kuat untuk memaksa pemenuhan kewajiban tersebut.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia
Dampak dan Tanggapan Global
Dengan penarikan ini, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS mengumumkan penghentian seluruh pendanaan pemerintah untuk WHO, serta penarikan semua personel AS yang bekerja di organisasi tersebut.
Tindakan ini juga mengindikasikan penghentian partisipasi AS dalam komite dan kelompok kerja yang disponsori oleh WHO, meskipun masih ada harapan untuk kerja sama yang terbatas.
Seorang pejabat senior pemerintahan Trump juga mengkritik WHO, menuduh bahwa organisasi tersebut bertindak berlawanan dengan kepentingan AS dan tidak memberikan hasil yang sebanding dengan investasi yang dilakukan.
Kritik Terhadap Keputusan Penarikan Diri
Keputusan untuk menarik diri dari WHO mendapatkan kritik keras dari berbagai kalangan, termasuk para pakar kesehatan. Dr. Ronald Nahass dari Infectious Disease Society of America menyebut langkah ini berisiko dan dapat membahayakan kesehatan global.
Dr. Lawrence Gostin mengingatkan bahwa penarikan ini membuat AS kehilangan akses cepat terhadap data epidemiologi dan kebutuhan vaksin serta obat-obatan penting untuk menghadapi pandemi mendatang.
Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan bahwa keputusan AS tidak hanya merugikan negara tersebut tetapi juga seluruh dunia.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: