Kamis, 22 JANUARI 2026 • 21:40 WIB

Inisiatif Penggalangan Dana Dewan Perdamaian Gaza: Upaya Rekonstruksi Pasca-Konflik

Author

Inisiatif Penggalangan Dana Dewan Perdamaian Gaza: Upaya Rekonstruksi Pasca-Konflik

Dewan Perdamaian Gaza yang dipimpin oleh Donald Trump sedang aktif menggalang dana dari 60 negara untuk mendukung proyek rekonstruksi di Gaza yang dilanda konflik.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Dengan target pengumpulan dana sekitar USD 1 miliar, keanggotaan dewan diharuskan menyumbang sebesar Rp 16,7 triliun untuk bergabung selama tiga tahun.

Penggalangan Dana untuk Gaza

Dewan Perdamaian Gaza ditugaskan untuk memantau pembangunan dan hubungan regional di dalam wilayah tersebut, dengan resmi mengundang partisipasi 60 negara.

Setiap negara yang ingin bergabung mesti menyumbang dana senilai USD 1 miliar, atau sekitar Rp 16,7 triliun, untuk memperoleh keanggotaan selama tiga tahun.

Jika suatu negara menyetor lebih dari USD 1 miliar pada tahun pertama, masa keanggotaan dapat diperpanjang lebih dari tiga tahun, seperti yang diungkapkan dalam dokumen yang beredar.

Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Tanggapan Negara-negara Terhadap Inisiatif Ini

Beberapa pemerintah mulai memberikan respon terhadap undangan tersebut, walaupun banyak yang masih memikirkan posisi mereka terkait inisiatif ini.

Kementerian Luar Negeri Yordania menyebutkan bahwa Raja Abdullah sedang menelaah proposal tersebut, sementara Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menegaskan pentingnya solusi abadi bagi Palestina.

Di sisi lain, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengungkapkan dukungan prinsip terhadap inisiatif ini, meskipun menyoroti bahwa beberapa rincian penting masih dalam pembahasan.

Komposisi dan Struktur Dewan Perdamaian

Dewan ini dipimpin oleh Trump dengan beberapa nama besar dalam politik seperti Tony Blair dan Jared Kushner sebagai anggota awal.

Namun, ketidakhadiran perwakilan Palestina di dalam struktur dewan telah menimbulkan kritik dari berbagai kelompok hak asasi manusia dan diplomat, menciptakan pandangan bahwa inisiatif ini bisa dipersepsikan sebagai pendekatan kolonial.

Gedung Putih juga mengumumkan pembentukan Dewan Eksekutif Gaza yang terdiri dari 11 anggota untuk memperkuat pemerintahan teknokrat di kawasan tersebut.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU