Wuling baru saja meramaikan pasar otomotif Indonesia dengan peluncuran SUV terbarunya, Starlight 560, yang sudah terdaftar dengan harga mulai Rp 150 juta di Tiongkok.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Mobil ini menawarkan tiga opsi sumber tenaga yang menarik, mulai dari mesin bensin, plug-in hybrid (PHEV), hingga versi listrik penuh.
Spesifikasi dan Pilihan Mesin Wuling Starlight 560
Wuling Starlight 560 hadir dengan berbagai spesifikasi mesin yang menarik perhatian calon konsumen. Varian mesin bensin dilengkapi dengan mesin turbocharged 1.5T yang mampu menghasilkan torsi hingga 290 Nm.
Mesin bensin ini dipasangkan dengan transmisi CVT atau transmisi manual enam percepatan, memberikan performa yang handal terutama saat berkendara di bawah beban atau di tanjakan.
Wuling mengklaim bahwa konsumsi bahan bakar gabungan versi mesin bensin ini mencapai 6,99 L/100 km atau setara dengan 14,3 km/liter, menjadikannya pilihan yang efisien dan kompetitif dalam segmen SUV.
Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat
Opsi Plug-in Hybrid (PHEV)
Versi PHEV dari Wuling Starlight 560 dilengkapi dengan mesin berkapasitas 1.5 L dan motor listrik, yang menawarkan tenaga maksimum hingga 105 daya kuda dari mesin dan 194 daya kuda dari motor listrik.
Kombinasi ini menghasilkan torsi 130 Nm dari mesin dan 230 Nm dari motor listrik, memberikan daya tarik lebih bagi konsumen yang sadar lingkungan.
Mobil ini menawarkan jarak tempuh menggunakan baterai murni hingga 125 km, dan jika dikombinasikan dengan mesin bensin, dapat menjelajah hingga 1.100 km, sementara konsumsi bahan bakar versi ini tercatat mencapai 5,3 liter per 100 km atau 18,8 km/liter.
Versi Listrik (BEV) dan Fitur Tambahan
Wuling juga menawarkan versi listrik penuh dari Starlight 560, menggunakan motor listrik berdaya 134 dengan torsi 200 Nm. Versi ini menawarkan kapasitas baterai LFP sebesar 54,5 kWh atau 56,7 kWh.
Dengan kapasitas baterai tersebut, mobil ini mampu menempuh jarak antara 450 km hingga 500 km. Proses pengisian baterai pun efisien, di mana pengisian dari 30% ke 80% hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit.
Konsumsi energi untuk versi listrik ini mencapai 13,1 kWh per 100 km, menawarkan alternatif berkelanjutan bagi konsumen yang beralih ke mobil listrik.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: