Kamis, 22 JANUARI 2026 • 13:54 WIB

Tantangan Besar Bagi Presiden Filipina: Upaya Pemakzulan yang Mengerucut

Author

Tantangan Besar Bagi Presiden Filipina: Upaya Pemakzulan yang Mengerucut

Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, kini menghadapi tantangan serius setelah kelompok masyarakat sipil mengajukan upaya pemakzulan. Tuduhan ini muncul seiring dengan dugaan penipuan miliaran dolar terkait proyek pengendalian banjir yang dinyatakan fiktif.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam

Kemarahan publik melonjak setelah proyek pengendalian banjir yang tidak berjalan baik menyebabkan bencana banjir di banyak kota Filipina, terutama setelah serangkaian topan besar. Aduan pemakzulan ini semakin diperkuat oleh dukungan dari blok Makabayan, koalisi partai politik sayap kiri.

Latar Belakang Pemakzulan

Aduan pemakzulan terhadap Marcos Jr berlandaskan pada tuduhan pengkhianatan kepercayaan publik. Proyek-proyek pengendalian banjir yang direncanakan dalam anggaran nasional diduga digunakan untuk mengalihkan dana kepada para sekutunya.

Menurut Konstitusi Filipina, setiap individu berhak untuk mengajukan permohonan pemakzulan asalkan didukung anggota Kongres. Salinan aduan telah disampaikan ke Kantor Sekretaris Jenderal DPR Filipina pada Kamis, 22 Januari 2026.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Tuduhan Korupsi dan Respons Marcos Jr

Dokumen aduan menunjukkan bahwa Marcos Jr diduga terlibat dalam penyalahgunaan dana proyek pengendalian banjir yang mencapai nilai lebih dari 545,6 miliar Peso Filipina. Tuduhan ini mengindikasi bahwa dana tersebut dialokasikan kepada teman-teman dekat dan kontraktor tertentu untuk kepentingan politik.

Lebih lanjut, terdapat klaim bahwa Presiden secara langsung meminta suap, meskipun tuduhan ini masih bersifat dugaan yang belum bisa dibuktikan. Seorang mantan anggota Kongres yang mengeluarkan tuduhan ini diketahui telah melarikan diri ke luar negeri.

Tanggapan Publik dan Keputusan Kongres

Reaksi pemerintah terhadap krisis ini dinilai tidak memadai, dengan beberapa tokoh masyarakat berpendapat bahwa pembentukan komite penyelidikan hanya menjadi langkah untuk meredam kritik. Liza Maza, salah satu pelapor, mengungkapkan bahwa setiap penyelidikan yang dipimpin oleh Marcos Jr berfungsi untuk mengalihkan perhatian dari kesalahannya sendiri.

Di tengah usaha pemakzulan ini, banyak analis politik meragukan kelangsungan proses di Kongres yang kini didominasi oleh mereka yang pro-Marcos. Dennis Coronacion, Ketua Fakultas Ilmu Politik di Universitas Santo Tomas, menyatakan bahwa pemakzulan ini akan menghadapi banyak rintangan.

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU