Kamis, 22 JANUARI 2026 • 13:04 WIB

Kenaikan Jumlah Korban Terpapar Asap Tambang di Bogor Jadi 11 Orang

Author

Kenaikan Jumlah Korban Terpapar Asap Tambang di Bogor Jadi 11 Orang

Jumlah korban meninggal terkait insiden kepulan asap di kawasan tambang Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor, kini telah meningkat menjadi 11 orang.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengungkapkan kabar duka ini saat bertemu dengan keluarga korban di Polsek Nanggung pada 22 Januari 2026.

Rincian Korban dan Evakuasi yang Dilakukan

Kapolda Rudi Setiawan menyebutkan bahwa total 11 korban berasal dari berbagai kecamatan, termasuk Nanggung, Cigudeg, dan Sukajaya. "Alhamdulillah untuk Nanggung sudah tiga orang yang kami selamatkan dan dari beberapa desa-desa lagi sudah kami selamatkan itu kurang lebih berjumlah 11 orang," jelasnya.

Lima dari korban yang dilaporkan meninggal sebelumnya diduga adalah penambang emas ilegal yang terperangkap dalam lubang galian. Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Suprianta, juga menyatakan, "Total ada lima orang (korban meninggal dunia)."

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

Tindakan Pasca-Tragedi

Kapolda Rudi Setiawan mengonfirmasi bahwa semua korban telah dimakamkan dan diserahkan kepada keluarga masing-masing. "Dari semuanya itu dan sudah diserahkan atau sudah kembali kepada keluarganya untuk selanjutnya dilakukan pemakaman," ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan, pihak kepolisian telah memberikan bantuan yang diperlukan kepada keluarga korban. Rudi juga menambahkan, jika diperlukan, pihaknya akan melakukan proses otopsi di kemudian hari, "Sementara ini keluarga langsung dikebumikan. Nanti apabila dalam proses-proses lain diperlukan tindakan, itu akan kami lakukan (otopsi)."

Penyelidikan dan Potensi Korban Lain

Saat ini, masih ada ketidakpastian mengenai apakah ada warga lainnya yang terjebak dalam lubang galian ilegal akibat asap tersebut. Kapolda mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika ada anggota keluarga yang hilang, "Kami membuka ruang atau informasi setiap hari dan setiap saat supaya yang warganya hilang melaporkan ke kami."

Di sisi lain, ada beberapa pengamat yang mengekspresikan kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya korban lain yang belum ditemukan. Upaya pengawasan dan penyelamatan masih terus dilanjutkan untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak lebih lama.

Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU