Sering kali kita bertanya-tanya, mengapa skor tenis tidak menggunakan angka biasa seperti yang diterapkan di olahraga lain? Dalam tenis, istilah-istilah seperti 'deuce' dan 'advantage' memiliki makna yang khas dan menarik untuk diketahui.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Sistem penilaian yang digunakan dalam tenis ternyata memiliki akar sejarah yang mendalam. Mari kita telusuri lebih jauh tentang asal usul dan makna dari metode penilaian yang unik ini.
Asal Usul Sistem Skor Tenis
Sistem skor tenis muncul dari Prancis pada abad ke-12, saat permainan ini mulai dikenal. Dalam perkembangan teknisnya, istilah seperti 'love' untuk nol dan 'deuce' menjadi ciri khas yang tidak ada di olahraga lainnya.
Penggunaan angka 15, 30, dan 40 di skor tenis berasal dari metode permainan lama dan telah dijadikan sistem penilaian. Hal ini mencerminkan bagaimana nilai-nilai budaya serta kebiasaan masyarakat pada masa itu berpengaruh dalam pembentukan sistem skor.
Tradisi ini menunjukkan betapa dalamnya hubungan antara bahasa dan aturan yang saling mengisi dalam dunia tenis.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Makna di Balik Istilah dalam Skor Tenis
'Love' dalam tenis tidak berarti cinta, melainkan berasal dari kata Prancis 'l'oeuf', yang berarti telur dan melambangkan angka nol. Istilah ini menunjukkan bagaimana bahasa dan budaya memberikan kontribusi terhadap terminologi dalam olahraga.
Sebaliknya, istilah 'deuce' merujuk pada situasi ketika kedua pemain memiliki skor yang sama, yaitu 40. Dari istilah ini juga diambil dari kata Prancis 'deux', berarti 'dua', yang menggambarkan perlunya dua poin tambahan untuk memenangkan permainan.
Penggunaan istilah-istilah ini menggambarkan bagaimana tenis tidak hanya sekadar sport, tetapi juga seni berbicara melalui bahasa.
Mengapa Sistem Ini Masih Digunakan?
Walaupun tampak aneh, sistem skor tenis masih dipertahankan karena memberikan sentuhan tradisional dan unik. Mengubah sistem skor bisa mengganggu proses permainan dan menghilangkan karakter khusus yang telah ada dalam tenis selama berabad-abad.
Para penggemar dan pemain sudah terbiasa dengan istilah dan sistem skor yang telah ada, sehingga meskipun zaman terus berproses, tradisi ini tetap dijaga.
Kekhasan ini membuat tenis tetap menarik dan tidak monoton, menciptakan daya tarik tersendiri bagi setiap pertandingan.
Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: