Selasa, 20 JANUARI 2026 • 17:50 WIB

Mengapa Banyak Orang Terbebani untuk Menjadi Diri Sendiri di Publik?

Author

Mengapa Banyak Orang Terbebani untuk Menjadi Diri Sendiri di Publik?

Di tengah kebangkitan media sosial, banyak orang merasa lebih bebas mengekspresikan diri, namun keadaan berbanding terbalik saat mereka berada di ruang publik.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia

Berbagai faktor, termasuk tekanan sosial dan norma budaya, berkontribusi pada kesulitan individu untuk tampil autentik di depan umum.

Tekanan Sosial yang Menggangu

Dalam konteks modern, media sosial tidak hanya mempengaruhi cara orang berinteraksi, tetapi juga standar perilaku yang seolah harus diikuti. Banyak pengguna merasa terpaksa untuk memenuhi harapan yang sering kali tidak realistis, yang ditetapkan oleh lingkungan sekitar.

Sebagai contoh, anak-anak sering kali berada di bawah tekanan untuk meraih prestasi tinggi yang diharapkan oleh orang tua. Hal ini dapat menyebabkan dampak psikologis yang berat, di mana individu merasa tidak berharga jika tidak mampu memenuhi ekspektasi tersebut.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH

Budaya dan Norma yang Mempengaruhi

Dalam konteks budaya Indonesia, norma dan nilai yang ada cenderung membatasi individu dalam mengekspresikan diri. Masyarakat sering mendorong untuk bersikap sopan dan mengikuti tradisi, terutama saat berada di depan orang lain.

Akibatnya, mereka yang ingin mengekspresikan keunikan diri sering kali menghadapi penilaian negatif, sehingga memilih untuk menyembunyikan jati diri demi menjaga keharmonisan sosial.

Dampak Psikologis yang Muncul

Kecemasan dan ketidaknyamanan dalam berinteraksi di publik dapat menjadi pengalaman yang umum. “Mungkin kita takut orang lain menilai kita, atau mungkin kita merasa tidak cukup baik,” ujar seorang psikolog dalam sebuah wawancara.

Jika situasi ini terus berlanjut, individu dapat mengalami stres yang berkepanjangan dan berpotensi mengarah pada depresi ketika mereka berusaha keras untuk menyesuaikan diri dengan harapan orang lain, sementara mengabaikan keinginan dan kebutuhan pribadi mereka.

Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU