Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan untuk bertemu Raja Charles III dalam kunjungan kerja ke Inggris, fokus pada konservasi gajah di Aceh.
Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat
Diskusi akan mencakup pengalihan konsesi hutan untuk menciptakan koridor bagi spesies yang terancam punah tersebut.
Rencana Pertemuan dan Alasan di Baliknya
Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris, yang awalnya direncanakan pada Desember 2025, telah ditunda hingga Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan perhatian terhadap perlindungan gajah di Aceh, isu yang sangat penting bagi pemerintah Indonesia dan organisasi internasional.
Raja Charles III, yang juga merupakan pembina WWF, sebelumnya meminta bantuan Prabowo untuk mendonasikan konsesi lahan melalui PT Tusam Hutani Lestari. Langkah ini bertujuan untuk mendukung dana konservasi gajah yang semakin terancam.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Upaya Konservasi Gajah di Aceh
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa Presiden Prabowo telah menyerahkan konsesi hutan delapan bulan lalu untuk menciptakan koridor konservasi gajah. Kerja sama ini dianggap krusial dalam melindungi satwa liar tersebut.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menambahkan bahwa seluruh konsesi PBPH milik PT Tusam Hutani Lestari akan dialihkan untuk tujuan konservasi. Kerjasama ini dilakukan dalam kolaborasi dengan WWF, menunjukkan komitmen pemerintah dalam perlindungan satwa liar.
Agenda Pertemuan Lainnya dan Kerja Sama Internasional
Selain bertemu dengan Raja Charles, Prabowo juga akan mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Agenda ini mencakup diskusi mengenai kerjasama pembuatan kapal tangkap nelayan dan peluang studi dengan universitas-universitas terkemuka di Inggris.
Colaborasi internasional dalam konservasi satwa, termasuk gajah, diharapkan menjadi model bagi aktivitas lebih luas dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Indonesia.
Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: