Senin, 19 JANUARI 2026 • 16:12 WIB

Kekurangan Oksigen di Laut: Fenomena Zona Mati yang Meningkat

Author

Kekurangan Oksigen di Laut: Fenomena Zona Mati yang Meningkat

Zona mati di lautan, yang merupakan area dengan kekurangan oksigen, berdampak negatif pada kehidupan laut. Fenomena ini semakin meluas dan menimbulkan kebangkitan perhatian terhadap isu lingkungan global.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz

Penyebab utama dari pembentukan zona mati termasuk perubahan iklim dan pencemaran yang diakibatkan oleh aktivitas manusia. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada ekosistem, tetapi juga pada industri perikanan yang bergantung pada sumber daya laut.

Peningkatan Zona Mati di Lautan

Zona mati, atau yang dikenal dengan istilah dead zones, merujuk pada wilayah di lautan dengan kadar oksigen sangat rendah yang menghambat kehidupan organisme laut. Menurut penelitian yang ada, lebih dari 400 zona mati telah teridentifikasi di seluruh dunia, dan jumlah ini terus meningkat.

Peningkatan jumlah zona mati ini dipicu oleh aktivitas manusia, terutama praktik pertanian intensif yang menghasilkan limpasan pupuk ke laut. Limbah tersebut mempercepat proses eutrofikasi yang meningkatkan pertumbuhan alga dan menurunkan kadar oksigen di wilayah tersebut.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas

Dampak Lingkungan dan Ekonomi

Dampak zona mati tidak hanya dirasakan oleh flora dan fauna laut, tetapi juga berimplikasi pada ekonomi yang bergantung pada sumber daya kelautan. Penurunan populasi ikan dan organisme laut lainnya dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi nelayan serta industri perikanan.

Kesehatan ekosistem laut memiliki peran penting dalam pengaturan iklim global. Kehilangan biodiversitas yang terjadi di zona mati berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem dan mempercepat perubahan iklim, yang akhirnya menjadi masalah lebih besar bagi manusia.

Upaya Penanggulangan

Berbagai langkah tengah dilakukan untuk mengatasi masalah zona mati, termasuk regulasi ketat terhadap penggunaan pupuk dan pengelolaan limbah. Banyak negara diimbau untuk lebih meningkatkan praktik pertanian berkelanjutan guna mengurangi dampak negatif terhadap lautan.

Penelitian yang berkelanjutan juga menjadi fokus utama untuk lebih memahami dampak jangka panjang dari zona mati, serta untuk mencari solusi yang lebih efektif. Kerjasama internasional dianggap sangat penting dalam menghadapi isu global ini dan mendorong langkah-langkah mitigasi yang lebih komprehensif.

Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Ajeng

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU