Senin, 19 JANUARI 2026 • 15:34 WIB

Wilayah di Bumi Menghadapi Ancaman Hilang Akibat Perubahan Iklim

Author

Wilayah di Bumi Menghadapi Ancaman Hilang Akibat Perubahan Iklim

Sebagian besar daerah di dunia kini menghadapi risiko tinggi karena dampak signifikan dari perubahan iklim. Fenomena ini diperkirakan akan menyebabkan hilangnya wilayah tertentu dalam beberapa dekade mendatang.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Sebuah studi mutakhir menunjukkan bahwa kenaikan permukaan laut dan peningkatan frekuensi bencana alam turut mempercepat proses tersebut, dengan wilayah pesisir dan pulau kecil menjadi yang paling rentan.

Dampak Perubahan Iklim Terhadap Wilayah Pesisir

Perubahan iklim dianggap sebagai faktor utama yang berpengaruh terhadap kondisi wilayah pesisir di berbagai belahan dunia. Kenaikan permukaan laut akibat pencairan es di kutub dan pengembangan air laut yang lebih hangat mengancam kelangsungan banyak kawasan.

Data yang diperoleh dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) mengindikasikan bahwa permukaan laut diperkirakan akan meningkat hingga satu meter pada akhir abad ini. Hal ini berimplikasi signifikan bagi kota-kota seperti Jakarta dan Miami, yang terletak di daerah rendah.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat

Studi Kasus: Pulau-Pulau Kecil yang Hilang

Terdapat beberapa pulau kecil di kawasan Pasifik yang mengalami pergeseran habitat dan bahkan hilang sepenuhnya. Salah satu contohnya adalah Pulau Taroa di Polinesia Prancis, yang merupakan salah satu bencana yang terjadi akibat kenaikan permukaan laut.

Dr. A. Smith, seorang ahli lingkungan, menyatakan, 'Masyarakat yang tinggal di pulau-pulau ini terpaksa untuk relokasi. Ini adalah salah satu contoh nyata dari dampak perubahan iklim yang kita lihat hari ini.'

Strategi untuk Menghadapi Hilangnya Wilayah

Banyak pemerintah dan organisasi internasional tengah berupaya untuk menemukan solusi atas masalah ini melalui perencanaan adaptasi. Program-program ini termasuk pembangunan infrastruktur yang lebih tahan terhadap banjir dan inisiatif pemindahan penduduk.

Secara global, banyak negara sedang mencari cara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca guna menangani efek jangka panjang perubahan iklim. Langkah-langkah ini menjadi kunci agar daerah-daerah yang rentan dapat dipertahankan.

Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Ajeng

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU