Amerika Serikat menunjukkan kekhawatiran mendalam mengenai keputusan Kanada untuk memperbolehkan impor 49.000 mobil listrik dari China. Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, memperingatkan bahwa Kanada kemungkinan akan menyesali langkah ini di kemudian hari.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Sambil menghadapi tarif 100% terhadap mobil listrik dari China yang akan diberlakukan mulai tahun 2024, keputusan terbaru Kanada ini memicu kecemasan di Washington tentang pengaruh Cina dalam industri otomotif di Amerika Utara.
Reaksi AS Terhadap Kebijakan Impor Kanada
Menteri Transportasi Amerika Serikat, Sean Duffy, menyatakan bahwa mobil listrik dari China tidak akan diizinkan memasuki pasar AS. Ini mencerminkan ketakutan Washington tentang pengaruh China yang semakin menguat di sektor otomotif Amerika Utara.
Jamieson Greer, Perwakilan Dagang AS, menambahkan bahwa meski kendaraan dari China bisa masuk Kanada, hal ini tidak akan berdampak besar bagi perusahaan otomotif Amerika yang melakukan ekspor.
Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat
Kebijakan Impor dan Tarif yang Mempengaruhi Pasar
Sejak tahun 2024, Kanada menetapkan tarif 100% pada mobil listrik asal China, mirip dengan kebijakan yang diambil oleh AS. Namun, kebijakan terbaru ini menunjukkan dinamika kompleks dalam industri otomotif yang perlu diperhatikan.
Greer menjelaskan bahwa mobil-mobil Cina jarang dijual di pasar AS akibat adanya tarif yang bertujuan melindungi pekerja dan konsumen domestik dari dampak kendaraan asing.
Tantangan Tambahan bagi Mobil Listrik dari China
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, berharap agar China menurunkan tarif biji kanola Kanada menjadi sekitar 15% pada 1 Maret. Akan tetapi, Greer skeptis terhadap kesepakatan ini dan menyatakan bahwa Kanada berpotensi merasa tidak puas di masa mendatang.
Ditambah lagi, aturan baru AS yang mulai berlaku pada Januari 2025 terkait kendaraan yang terhubung ke internet dan sistem navigasi bisa menjadi kendala besar bagi mobil listrik dari China untuk masuk ke pasar Amerika Serikat.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: