Minggu, 18 JANUARI 2026 • 19:33 WIB

Penyerahan SK Keraton Solo: Ketegangan di Balik Pengakuan Resmi

Author

Penyerahan SK Keraton Solo: Ketegangan di Balik Pengakuan Resmi

Kementerian Kebudayaan, di bawah pimpinan Fadli Zon, telah resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) nomor 8 tahun 2026 kepada Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan. Acara ini berlangsung pada Minggu, 18 Januari 2026, dan diwarnai oleh ketegangan dari kubu SISKS Pakubuwana XIV Purbaya.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam

Protes dari kubu yang menolak SK tersebut menciptakan suasana tegang saat penyerahan berlangsung. Fadli Zon menegaskan pentingnya SK ini untuk pengelolaan kawasan cagar budaya Keraton Surakarta.

Proses Penyerahan SK dan Ketegangan yang Muncul

Selama proses penyerahan SK, terjadi adu mulut antara perwakilan dua kubu yang mengklaim sebagai penerus tahta Keraton Surakarta. Kubu SISKS Pakubuwana XIV Purbaya secara eksplisit menolak SK tersebut dan mengekspresikan ketidakpuasan mereka atas ketidaklibatan dalam penetapan Tedjowulan.

Dalam situasi ini, Fadli Zon menegaskan bahwa SK tersebut memberi mandat kepada Gusti Tedjo sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Surakarta. "Semacam penanggung jawab, supaya jelas kepada siapa jika pemerintah menghibahkan dana," ujarnya.

Ketegangan semakin meningkat ketika GKR Panembahan Timoer Rumbai, kakak tertua PB XIV Purbaya, mengambil mikrofon dan menyatakan keberatan atas penunjukan ini. Acara penyerahan yang seharusnya berlangsung di Sasana Parasdya terpaksa dihentikan karena situasi semakin memanas.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Menteri Kebudayaan dan Pentingnya Penugasan

Fadli Zon menyatakan urgensi untuk segera menunjuk penanggung jawab terkait pelestarian Keraton. "Kalau tidak, pemerintah tidak bisa memberikan bantuan. Nanti pemerintah juga yang disalahkan," ujarnya menekankan tanggung jawab kementerian dalam pengembangan cagar budaya.

Lebih jauh, Fadli menambahkan bahwa Gusti Tedjo nantinya diharapkan mampu untuk menengahi perselisihan antara dua kubu yang sedang berebut klaim. "Nanti beliau (Tedjowulan) akan mengundang semua kerabat untuk duduk bersama," tambahnya.

Meski dalam keadaan tegang, Fadli meninjau langsung lokasi yang membutuhkan renovasi. Peninjauan ini dilakukan sebelum penyerahan SK secara formal di Sasana Hadrawina, menunjukkan komitmen kementerian terhadap pelestarian keraton.

Respon Gusti Tedjo dan Harapannya untuk Keraton

Setelah menerima SK tersebut, Gusti Tedjo menyatakan kesiapan untuk menjalankan mandat dari kementerian. "Keputusan penetapan penunjukan kepada kami ini merupakan mandat yang sangat besar dari negara untuk menyelamatkan, melestarikan, dan memajukan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat," ungkapnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk memanfaatkan momen tersebut sebagai upaya untuk bersatu. "Saya mengajak Keluarga Besar Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat untuk mensyukuri perhatian besar dari pemerintah ini sebagai momentum untuk kembali bersatu," kata Tedjowulan.

Sebagai catatan, konflik internal Keraton Surakarta telah berlangsung sejak wafatnya SISKS Pakubuwana XII pada tahun 2004. Gusti Tedjo menekankan pentingnya pelajaran dari pengalaman tersebut untuk masa depan yang lebih baik.

Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU