Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan puing-puing pesawat ATR 42-500 yang ditemukan oleh pendaki di puncak Gunung Bulusaraung. Menyusul penemuan ini, tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk mengecek kebenaran dari informasi tersebut.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Informasi Awal tentang Penemuan
Laporan mengenai penemuan serpihan pesawat pertama kali disampaikan oleh masyarakat setempat. Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyatakan, "Laporan dari masyarakat bahwa ditemukan serpihan, tapi kami tidak bisa memastikan bahwa serpihan itu adalah serpihan dari ATR-402 ini."
Meski masyarakat melaporkan penemuan tersebut, Andi menegaskan bahwa pihaknya masih dalam tahap investigasi lebih lanjut. "Teman-teman sementara menuju ke lokasi untuk memastikan," ungkapnya.
Proses verifikasi sangat penting sebelum pihak berwenang mengambil langkah selanjutnya. Tim SAR disebutkan sedang dalam perjalanan guna mendapatkan informasi yang lebih akurat dari lokasi.
Tindakan Tim SAR dan Verifikasi
Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen Bangun Nawoko, juga membenarkan adanya penemuan puing pesawat oleh pendaki. Ia menambahkan bahwa Helikopter Karakal TNI AU telah dikerahkan untuk membantu memverifikasi informasi tersebut.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
"Belum (dipastikan kebenarannya). Mungkin sebentar lagi kita akan mendengar laporan dari tim (Heli) Caracal yang sebentar lagi mungkin mendarat. Mudah-mudahan kita akan pastikan itu," tutur Bangun di Kantor Basarnas Makassar.
Sementara tim SAR melakukan pencarian, upaya koordinasi antar instansi sangat diperlukan untuk menangani situasi ini secara efektif.
Rencana evakuasi pun dipersiapkan untuk segera dikerahkan jika memang benar ada penemuan yang signifikan di lokasi.
Detail mengenai Pesawat yang Hilang Kontak
Pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak ini mengangkut 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang. Insiden ini terjadi di kawasan Leang-leang, Maros, pada Sabtu, 17 Januari 2026, sekitar pukul 13.17 Wita.
Data lengkap mengenai kru pesawat mencakup Capten Andy Dahananto dan First Officer Yudha Mahardika, serta beberapa anggota kru lainnya. Penumpang yang terdaftar adalah Mr. Deden, Mr. Ferry, dan Mr. Yoga.
Kondisi cuaca serta lokasi yang terpencil menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencarian dan evakuasi. Proses pemantauan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan seluruh anggota yang terlibat.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: