Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran sebesar Rp31 miliar untuk operasi modifikasi cuaca di tahun 2026. Ini merupakan langkah strategis menghadapi musim hujan yang diperkirakan akan menghasilkan curah hujan tinggi berpotensi menyebabkan banjir.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Melihat kondisi cuaca yang sering kali ekstrem, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, menjelaskan bahwa alokasi awal Rp7 miliar untuk modifikasi cuaca telah diperbarui setelah rekomendasi dari BMKG.
Alokasi Anggaran dan Penyesuaian
Alokasi dana untuk operasi modifikasi cuaca ditingkatkan dari sebelumnya Rp7 miliar. Mohammad Yohan mengungkapkan, 'Kita sudah kalkulasikan sepanjang tahun itu Rp31 miliar' untuk menangani intensitas hujan yang lebih tinggi yang dapat menyebabkan genangan di berbagai titik di Jakarta.
Penyesuaian anggaran ini menjadi krusial untuk mencegah terjadinya banjir yang bisa mengganggu aktivitas masyarakat. Seiring dengan rekomendasi dari BMKG, langkah ini dianggap sebagai upaya antisipatif yang penting untuk DKI Jakarta.
Yohan juga menambahkan bahwa meskipun operasi modifikasi cuaca biasa dilakukan saat hujan, pihaknya berencana melaksanakannya juga di musim kemarau. Prosedur yang diterapkan akan berbeda tergantung pada kondisi cuaca yang ada.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca
Operasi modifikasi cuaca direncanakan agar hujan yang ditargetkan bisa terjadi di area daratan, sehingga dapat mengatasi kekeringan yang sering melanda Jakarta. Menurut Mohammad Yohan, dalam situasi tertentu, jika kondisi cuaca dianggap tidak mendukung, OMC boleh jadi tidak perlu dilaksanakan.
Anggaran untuk operasi ini akan dialokasikan secara bertahap, yaitu Rp7 miliar di awal dan pertengahan tahun. Hal ini bertujuan agar pemanfaatan dana dapat dilakukan secara efisien dan efektif.
Proses modifikasi cuaca akan berlangsung selama periode tertentu, dan perlu diingat bahwa hasil yang diharapkan adalah hujan yang mampu mengatasi permasalahan kekeringan yang berpotensi terjadi.
Detail Proses Modifikasi Cuaca
Setiap pelaksanaan OMC memerlukan jumlah garam yang berbeda-beda tergantung pada kebutuhan yang teridentifikasi. Dalam satu misi penerbangan, Yohan menyebutkan bahwa penggunaan garam Natrium Klorida (NaCl) bisa mencapai antara 800 kg hingga 1 ton.
Mohammad Yohan menambahkan, 'Satu hari itu 3 penerbangan. Itu detail-detailnya ada hitung-hitungan dari BMKG. Berapa NaCl yang harus dibawa' untuk memastikan keefektifan operasi ini.
Pengelolaan jumlah garam yang tepat serta frekuensi penerbangan menjadi sangat penting bagi keberhasilan operasi modifikasi cuaca, dan hal ini harus diperhatikan dengan seksama.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: