Apple telah mengambil langkah penting dengan mengganti penyedia teknologi kecerdasan buatan dari OpenAI ke Google untuk meningkatkan fitur AI di iPhone.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Keputusan ini datang setelah OpenAI menolak tawaran kerjasama dari Apple, memilih untuk mengembangkan teknologi AI mereka secara mandiri.
Peralihan Teknologi dari OpenAI ke Google
Apple sebelumnya telah berdiskusi untuk menjalin kerjasama dengan OpenAI, namun akhirnya OpenAI memutuskan untuk tidak melanjutkan kesepakatan tersebut.
Dengan keputusan untuk tidak berkolaborasi, Apple kini melakukan transisi menuju Google demi mendapatkan solusi AI yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
OpenAI mengambil langkah ini pada paruh kedua tahun 2025, memaksa Apple untuk mencari alternatif dalam mendukung inovasi AI-nya.
Beralih ke Google dipandang sebagai pilihan yang paling strategis dan efisien untuk Apple dalam meningkatkan kinerja perangkatnya.
Kontrak Berbasis Cloud dengan Google
Dalam perjanjian terbaru, Apple akan memanfaatkan model Gemini dari Google yang dirancang untuk komputasi AI dengan skala besar.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Kesepakatan ini tidak hanya berbentuk kerja sama, tetapi juga melibatkan kontrak komputasi cloud yang bernilai miliaran dolar.
Dengan cara ini, Apple berharap bisa meningkatkan fitur-fitur AI di iPhone tanpa harus berinvestasi besar dalam infrastruktur data yang rumit.
Inisiatif ini diharapkan bisa mempercepat inovasi dan memberikan manfaat lebih cepat kepada pengguna Apple.
Strategi Bisnis Apple dan OpenAI
Kemitraan baru ini juga menyiratkan perubahan dinamika antara Apple dan Google, mengingat sebelumnya Google membayar Apple untuk menjadi mesin pencari default di Safari.
Kini, aliran dana tersebut berbalik, di mana Apple akan membayar Google untuk memanfaatkan infrastruktur AI mereka.
Sementara itu, OpenAI dianggap telah mengambil risiko besar dengan tidak memanfaatkan ekosistem iPhone yang sangat luas.
Keputusan ini menandakan ambisi OpenAI untuk menjadi lebih mandiri dan bersaing di pasar teknologi, apalagi dengan melibatkan Jony Ive, mantan kepala desain Apple, dalam pengembangan teknologi mereka.
Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: