Maria Corina Machado, tokoh oposisi Venezuela yang baru saja meraih Hadiah Nobel Perdamaian 2025, tidak segan-segan memberikan dukungannya terhadap invasi Amerika Serikat ke negaranya.
Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China
Dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih, ia bahkan menyematkan penghargaan Nobelnya kepada Presiden Donald Trump, menimbulkan reaksi beragam di kalangan pengamat politik.
Dukungan Terhadap Invasi AS
Machado secara terbuka mendukung invasi militer yang dilakukan oleh AS di Venezuela. Ia percaya langkah ini adalah satu-satunya jalan untuk mengakhiri pemerintahan Nicolás Maduro.
Dalam pandangannya, invasi itu bukan hanya sekadar intervensi, melainkan dukungan nyata bagi rakyat Venezuela untuk meraih kebebasan.
Dia berharap bahwa intervensi tersebut dapat memicu perubahan mendasar dalam struktur pemerintahan yang ada.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Hadiah Nobel Perdamaian untuk Trump
Dalam suasana tegang, Machado memberikan penghargaan Nobel Perdamaian yang diraihnya kepada Trump. 'Saya memberikan medali, Hadiah Nobel Perdamaian, kepada presiden Amerika Serikat,' ujarnya dengan penuh semangat.
Dia menggambar paralel dengan sejarah, merujuk pada Marquis de Lafayette yang mengagumi Simon Bolívar, mengklaim bahwa perbuatannya adalah langkah bersejarah.
'Dua ratus tahun dalam sejarah, rakyat Bolívar memberikan medali kepada pewaris Washington,' tuturnya sambil mengungkapkan pandangannya tentang dukungan historis.
Reaksi dan Permasalahan yang Muncul
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menganggap tindakan Machado sebagai 'suara yang luar biasa dan berani'. Namun, ia juga menyampaikan bahwa pertemuan tersebut tidak menggambarkan adanya perubahan signifikan dalam kebijakan AS terhadap Venezuela.
Di sisi lain, Trump sendiri menyatakan skeptisitas terhadap kemampuan Machado memimpin Venezuela, menyebut dia 'tidak memiliki dukungan atau rasa hormat di dalam negeri'.
Trump lebih memilih untuk bekerja sama dengan Delcy Rodriguez, presiden sementara Venezuela, menambahkan ketidakjelasan mengenai masa depan politik di negara itu.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: