Kamis, 15 JANUARI 2026 • 17:31 WIB

Strategi Kunci Purbaya untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia

Author

Strategi Kunci Purbaya untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencananya untuk mengoptimalkan tiga pilar utama dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas

Ketiga pilar tersebut adalah sektor fiskal, sektor keuangan, dan investasi, yang diharapkan saling mendukung untuk mencapai ekonomi yang berkelanjutan.

Optimasi Sektor Fiskal dan Keuangan

Dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang optimal, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengelola sektor fiskal secara efisien.

Purbaya menyatakan, "Saya pikir nanti kalau tiga sistem itu, sistem fiskal, moneter, dan investasi sudah jalan baik, kita bisa tumbuh lebih cepat." Pernyataan ini menegaskan pentingnya sinergi antar sektor.

Sektor keuangan juga menjadi sorotan, dengan harapan agar koordinasi antara pemerintah dan Bank Sentral dapat memastikan kebijakan moneter selaras dengan kebijakan fiskal.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Pendekatan Investasi Melalui Satuan Tugas

Pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia dengan membentuk satuan tugas khusus.

Satuan tugas ini, yang dinamakan Percepatan Program Strategis Pemerintah, bertujuan untuk mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi oleh para pelaku usaha.

Melalui sidang yang digelar setiap pekan, pemerintah berusaha menyelesaikan persoalan yang dapat menghambat investasi, menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.

Rencana APBN 2026 dan Visi Indonesia Emas 2045

Dalam rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, pemerintah menargetkan pendapatan negara mencapai Rp 3.153,58 triliun.

Pendapatan ini akan berasal dari berbagai sumber, termasuk pajak dan pendapatan negara bukan pajak, sementara belanja negara ditargetkan sebesar Rp 3.842,73 triliun.

Defisit APBN 2026 diproyeksikan sebesar Rp 689,15 triliun, yang berkontribusi sekitar 2,68 persen dari produk domestik bruto (PDB), mencerminkan upaya responsif pemerintah dalam pengelolaan ekonomi.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU