Kamis, 15 JANUARI 2026 • 17:24 WIB

YouTube Luncurkan Fitur Baru untuk Kontrol Akses Remaja pada Video Pendek

Author

YouTube Luncurkan Fitur Baru untuk Kontrol Akses Remaja pada Video Pendek

YouTube baru saja memperkenalkan inovasi yang memungkinkan orang tua untuk membatasi akses remaja ke video pendek Shorts. Fitur ini menjadi bagian dari upaya platform untuk lebih melindungi pengguna muda dari dampak negatif penggunaan konten digital.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Dalam beberapa bulan terakhir, perhatian keluarga dan pembuat kebijakan terhadap pengguna muda meningkat, mendorong YouTube untuk merespons dengan solusi yang lebih baik. Para orang tua kini dapat menetapkan batasan waktu bagi anak-anak mereka saat menggunakan fitur Shorts.

Implementasi Fitur Kontrol Orang Tua

Orang tua kini diberi kemampuan untuk menetapkan waktu akses untuk Shorts, dengan pilihan mulai dari dua jam hingga tidak ada waktu sama sekali. "Misalnya, orang tua dapat mengatur batas waktu tayangan Shorts menjadi nol saat mereka ingin anak remaja mereka menggunakan YouTube untuk fokus pada pekerjaan rumah," jelas pihak YouTube.

Fitur ini juga dilengkapi dengan pengingat waktu tidur dan istirahat yang dapat disesuaikan. Versi otomatis dari pengingat ini sudah diterapkan secara default untuk pengguna di bawah usia 18 tahun, guna mendorong kebiasaan penggunaan yang lebih sehat.

Dalam rangka memberikan kemudahan pada orang tua, YouTube memperkenalkan proses pendaftaran baru. Proses ini memungkinkan pengguna untuk beralih antara akun anak-anak dan akun dewasa dengan lebih lancar pada perangkat yang digunakan secara bersama-sama.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Pembaruan Pedoman Konten untuk Remaja

Di samping fitur baru ini, YouTube berupaya memperbarui panduan mengenai jenis konten yang direkomendasikan untuk remaja. Platform akan lebih memprioritaskan konten yang bertujuan untuk "keingintahuan dan inspirasi" serta "informasi yang dapat dipercaya yang mendukung kesejahteraan."

Melalui langkah ini, YouTube berharap dapat memblokir video yang dapat mengarahkan remaja ke konten berbahaya. Hal ini penting, terutama untuk menghindari konten yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental remaja.

Dengan demikian, kebijakan baru ini menjadi bagian dari upaya YouTube dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi pengguna muda di platform mereka.

Reaksi dan Kebijakan Terkait Kontrol Orang Tua

YouTube tidak berdiri sendiri dalam menciptakan kontrol orang tua. Beberapa platform lain seperti Instagram dan ChatGPT juga meluncurkan fitur serupa untuk melindungi pengguna muda dari konten yang tidak sesuai.

Baru-baru ini, Google, perusahaan induk YouTube, menjadi sorotan setelah aktivis keamanan anak, Melissa McKay, membagikan kisah mengenai proses pengawasan orang tua di platform. Dalam unggahannya, McKay menyoroti bahwa Google memberikan opsi kepada anaknya untuk menghapus pengawasan orang tua dari akun mereka.

Menanggapi hal ini, Kate Charlet, Direktur Senior Privasi di Google, menegaskan bahwa kebijakan terbaru mewajibkan persetujuan orang tua sebelum pengguna di bawah 13 tahun dapat menonaktifkan pengawasan. Ini diharapkan dapat memberikan lapisan tambahan keamanan sebelum pengguna merasa siap untuk mengambil langkah selanjutnya.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU