Amerika Serikat (AS) baru saja mengumumkan penangguhan sementara untuk proses visa imigran dari 75 negara, termasuk Kamboja dan Thailand. Keputusan ini diambil untuk meninjau kembali prosedur pemrosesan visa agar tidak ada penyalahgunaan terhadap sistem kesejahteraan di AS.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Wakil Juru Bicara Utama Kementerian Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menjelaskan bahwa peninjauan ini bertujuan memastikan pemohon visa tidak akan menggunakan tunjangan kesejahteraan. Penangguhan berlangsung mulai 21 Januari dan menjadi isu yang hangat di tengah rencana besar AS dalam menyambut Piala Dunia 2026 dan Olimpiade 2028.
Detail Penangguhan Proses Visa
Penangguhan ini menyasar negara-negara seperti Afghanistan, Myanmar, serta negara-negara lain yang mengalami ketidakstabilan. Hal ini menyebabkan larangan terhadap imigrasi legal yang signifikan, mempengaruhi banyak wajah baru yang ingin menuju ke AS.
Seperti yang dinyatakan oleh Tommy Pigott, 'penangguhan ini menjalani proses peninjauan untuk memastikan bahwa pemohon visa tidak akan menggunakan tunjangan kesejahteraan di AS'. Dengan langkah ini, pihak berwenang berharap mendapatkan waktu yang cukup untuk meninjau ulang prosedur pemrosesan imigrasi yang sudah ada.
Jika kebijakan ini diterapkan, sejumlah besar pemohon visa mungkin akan terpengaruh. Ini menambah kompleksitas prosedur yang harus dilewati oleh individu yang ingin mendapatkan izin tinggal di AS.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Konteks Politik dan Implikasi
Keputusan untuk menangguhkan proses visa terjadi menjelang dua event besar, yaitu Piala Dunia 2026 dan Olimpiade 2028. Masyarakat luas mengamati langkah ini sebagai bagian dari kebijakan anti-imigrasi yang lebih luas.
Sejak masa Presiden Donald Trump, pendekatan terhadap isu imigrasi, baik ilegal mau pun legal, telah mengalami perubahan yang signifikan. Ini memicu banyak kritik, terutama terkait dampaknya terhadap kemanusiaan dan ekspektasi berbagai masyarakat di seluruh dunia.
Kebijakan yang semakin ketat ini mengundang perdebatan panas mengenai bagaimana seharusnya AS menghadapi isu imigrasi di era globalisasi saat ini.
Reaksi Terhadap Kebijakan Ini
Reaksi terhadap penangguhan ini datang dari berbagai sudut. David Bier, Direktur Studi Imigrasi Cato, menegaskan bahwa 'Pemerintahan ini telah membuktikan mereka punya agenda anti-imigrasi legal yang paling buruk dalam sejarah Amerika.'
Bier lanjut mencemaskan bahwa tindakan ini dapat mempersempit kemungkinan bagi imigran legal untuk masuk ke AS dan mengakibatkan sekitar 315.000 imigran sah ditolak selama satu tahun ke depan.
Dari awal pemerintahan Trump sendiri, lebih dari 100.000 visa sudah dicabut, menunjukkan bahwa pengawasan terhadap visa semakin ketat. Proses pendaftaran untuk visa kini juga melibatkan pemeriksaan media sosial dan data pribadi lainnya.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: