Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menegaskan komitmen pulau tersebut untuk tetap menjadi bagian dari Denmark, menolak tawaran Amerika Serikat untuk bergabung.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Pernyataan tersebut dibuat saat konferensi pers menjelang dialog penting di Gedung Putih mengenai status Greenland yang berisiko terpengaruh oleh penguasaan AS.
Pernyataan Tegas PM Greenland
Dalam konferensi pers di Kopenhagen, Nielsen mengungkapkan, "Kami sekarang menghadapi krisis geopolitik, dan jika kita harus memilih antara Amerika Serikat dan Denmark di sini dan sekarang, kami memilih Denmark."
Pernyataan ini mencerminkan sikap tegas Greenland menghadapi tekanan dari AS, yang berusaha mengambil alih pulau tersebut dengan berbagai cara.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Ketegangan dengan Amerika Serikat
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah menyatakan niatnya untuk membeli Greenland, tetapi tawaran ini dipandang sebagai provokasi oleh pemerintah Denmark dan Greenland.
Nielsen menambahkan, "Satu hal harus jelas bagi semua pihak: Greenland tidak ingin dimiliki oleh Amerika Serikat. Greenland tidak ingin diperintah oleh Amerika Serikat. Greenland tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat."
Rencana Pertemuan dengan Pihak AS
Menteri Luar Negeri Denmark dan Greenland akan melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden AS dan Menteri Luar Negeri AS untuk membahas masa depan Greenland dan hubungan kedua negara.
Lars Lokke Rasmussen, Menlu Denmark, mengatakan mereka telah meminta pertemuan tersebut di Gedung Putih untuk membahas isu-isu strategis yang berkaitan dengan wilayah Arktik.
Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: