Khairun Nisa, seorang wanita berusia 23 tahun dari Muara Kuang, Sumatera Selatan, kini tengah menjadi sorotan setelah insiden menyamarnya sebagai pramugari Batik Air. Kesempatan baru muncul saat Aeronef Academy menawarkan pendidikan pramugari gratis untuknya.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Tawaran ini menyusul permintaan maaf yang Nisa sampaikan setelah insidennya tersebut. Aeronef Academy berkomitmen untuk membantunya mewujudkan impiannya menjadi pramugari yang terlatih dan resmi.
Kisah Viral Nisa
Insiden menyamar sebagai pramugari menarik perhatian publik ketika Nisa terbang dengan nomor penerbangan ID 70-508 dari Palembang ke Jakarta pada tanggal 6 Januari 2026. Video permintaannya yang viral memperlihatkan Nisa mengenakan atribut dan seragam pramugari.
Dalam video tersebut, Nisa mengungkapkan, 'Saya menggunakan atribut pramugari beserta seragamnya, dan sesungguhnya saya bukanlah pramugari Batik Air.' Dia mengakui tindakannya dan menyampaikan penyesalannya.
Kejadian ini menimbulkan berbagai reaksi di media sosial, dengan banyak netizen menilai tindakan Nisa sebagai tidak pantas, namun memberikan kesempatan untuk membuka diskusi tentang mimpi dan aspirasi.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Tawaran dari Aeronef Academy
Setelah insiden tersebut, Aeronef Academy, yang berlokasi di Kediri, Jawa Timur, memutuskan untuk memberikan tawaran yang signifikan kepada Nisa. Melalui akun Instagram resmi mereka, mereka mengumumkan bahwa mereka siap memberikan pendidikan pramugari gratis.
'Kami di Aeronef Indonesia percaya bahwa niat baik layak mendapatkan jalan yang tepat,' tulis pihak akademi dalam unggahan mereka. Ini menandakan dukungan terhadap mimpinya yang mungkin terwujud melalui pendidikan yang tepat.
Tawaran ini menjadi momentum untuk tidak hanya Nisa, tetapi juga bagi para muda-mudi lainnya yang berharap mengejar karir impian mereka di industri penerbangan.
Pernyataan Nisa dan Harapan Ke Depan
Setelah menerima tawaran tersebut, Nisa menyatakan harapannya untuk mendapatkan kesempatan kedua. Dalam video permohonan maafnya, ia berkata, 'Dengan ini saya memohon minta maaf sebesar-besarnya kepada pihak maskapai Batik Air maupun Lion Group.'
Melalui pendidikan yang disediakan oleh Aeronef Academy, Nisa diharapkan mampu meraih pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berkarir secara profesional sebagai pramugari.
Tindakan Aeronef Academy menunjukkan bagaimana kelemahan bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk pendidikan dan perkembangan karir, membawa harapan baru bagi Nisa.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: