Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, saat ini berada dalam situasi kritis setelah bencana tanah longsor yang membuat 3.642 warga terisolasi. Akses jalan menuju desa telah terputus, membuat kegiatan sehari-hari warga terganggu.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Sekretaris Desa Tempur, Mahfud Aly, mengatakan bahwa jalur satu-satunya yang ada hanya bisa dilalui sepeda motor, itupun sangat berisiko. Selain itu, pemadaman listrik juga semakin memperburuk keadaan di wilayah tersebut.
Dampak Bencana Terhadap Infrastruktur dan Kebutuhan Dasar
Banjir dan longsor yang menghantam Desa Tempur telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Dua tiang listrik roboh dan satu tiang patah di ruas jalan Tempur-Duplak, mengakibatkan pemadaman listrik di sebagian besar area desa.
Situasi ini membuat warga semakin kesulitan dalam mengakses kebutuhan mendasar seperti obat-obatan, bahan bakar minyak, dan gas elpiji. Stok sembako juga semakin berkurang, memaksa warga mengandalkan bantuan dari relawan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Beberapa rumah juga mengalami kerusakan akibat tertimbun material longsor, bahkan satu rumah dilaporkan rusak total. Fokus utama saat ini adalah membuka kembali akses dan membersihkan material longsor agar aktivitas warga bisa kembali normal.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Usaha Penanganan oleh Pemerintah dan BPBD
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menjelaskan bahwa timnya tengah berupaya untuk membuka kembali akses jalan yang terputus. Rencana penggunaan tiga unit alat berat telah disiapkan, meskipun arus Sungai Gelis yang deras menjadi tantangan tersendiri.
BPBD juga tengah menyiapkan alternatif solusi berupa pengalihan aliran sungai dan pembuatan jalan baru sepanjang sekitar 4,5 meter. Ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan akses kendaraan menuju Desa Tempur.
Dampak bencana tidak hanya terasa pada akses, tetapi juga sektor pertanian, di mana puluhan hektar sawah dilaporkan hanyut terbawa banjir. Proses pendataan kerugian akibat bencana terus berlangsung untuk penanganan lebih lanjut.
Koordinasi Untuk Memulihkan Layanan Dasar
Pemerintah Kabupaten Jepara memastikan bahwa stok logistik pangan untuk wilayah tersebut aman dalam sepuluh hari ke depan. Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan guna memastikan layanan dasar bagi warga Desa Tempur segera pulih.
Meski akses masih terputus, relawan bekerja keras untuk membawa logistik ke posko-posko yang terletak di sekitar area terdampak. Penanganan bencana ini mencerminkan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi dampak bencana yang terus berlanjut.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan warga Desa Tempur dapat segera mendapatkan akses yang dibutuhkan serta memulihkan kembali kehidupan sehari-hari mereka.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: