Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap para pemimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menjalankan tugas mereka dengan integritas dan tanggung jawab. Dalam sebuah acara di Balikpapan, beliau menekankan pentingnya kualitas pemimpin dalam mengurus perusahaan negara.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Prabowo menilai bahwa banyak BUMN yang mengalami kerugian namun masih meminta bagi hasil. Beliau menegaskan bahwa jika para pemimpin tidak sanggup bertugas, lebih baik mengundurkan diri dan memberi kesempatan kepada yang lebih siap.
Teguran untuk Kepemimpinan BUMN
Dalam pernyataan yang disampaikan, Prabowo menyoroti masalah yang merugikan, di mana sejumlah BUMN justru meminta tantiem meskipun mengalami kerugian. Ia mengatakan, "(BUMN) sudah rugi, minta tantiem lagi. Tidak tahu malu. Kalau tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja. Banyak yang siap menggantikan."
Situasi ini mendorong Prabowo untuk menekankan bahwa integritas menjadi kunci dalam pengelolaan BUMN. Ia meyakini bahwa kinerja buruk ini berkaitan erat dengan kepemimpinan yang lemah, di mana banyak direksi tidak memiliki kompetensi yang dibutuhkan.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Komitmen untuk Perbaikan BUMN
Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan di tubuh BUMN. Dengan memerintahkan Kepala Danantara dan para menteri untuk meninjau ulang jajaran direksi, ia berharap bisa menyingkirkan yang tidak kompeten.
Isu kerugian yang dialami oleh beberapa BUMN menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Prabowo menekankan perlunya memilih orang-orang yang tepat untuk mengelola aset negara, agar pengelolaan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.
Visi untuk Energi Nasional di Masa Depan
Prabowo memiliki harapan agar dalam lima hingga tujuh tahun ke depan, Indonesia tidak lagi mengandalkan impor energi. Ini merupakan bagian dari visi besar untuk pembangunan infrastruktur energi yang lebih terintegrasi.
Dengan adanya pembenahan di BUMN, Presien meyakini BUMN dapat memainkan peran lebih besar dalam mendukung kemajuan ekonomi nasional. Ia berharap pemimpin BUMN memiliki semangat nasionalisme yang kuat dalam menjalankan tugas mereka, agar visi tersebut dapat terwujud.
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: