Persib Bandung meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persija Jakarta dalam laga Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (11/1/2026). Gol cepat Beckham Putra di menit kelima menjadi penentu sekaligus memicu perbincangan hangat terkait cara selebrasinya.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
Selebrasi unik Beckham yang diambil dari Cole Palmer, sebelumnya menjadi perhatian karena pernah dikenakan sanksi. Pelatih Bojan Hodak menegaskan pentingnya pengendalian emosi saat bertanding.
Puncak Klasemen Super League dan Selebrasi Kontroversial
Dalam laga penuh tensi ini, Persib Bandung menegaskan dominasi mereka di Super League 2025-2026. Gol yang dicetak Beckham Putra di menit kelima memicu reaksi beragam, terutama terkait gaya selebrasinya yang bernama 'ice cold'.
Selebrasi itu ditandai dengan controversi sebelumnya, di mana Beckham mendapatkan sanksi dari Komite Disiplin PSSI setelah melakukan aksi serupa saat assist untuk David da Silva melawan Persija di bulan Februari 2025. 'Selebrasi ini dianggap sebagai tindakan provokasi,' kata sumber terkait.
Bojan Hodak, sebagai pelatih, mengatakan bahwa keberanian Beckham dalam mengekspresikan diri membuat semangat tim semakin terangkat. 'Beruntung hari ini tidak ada fan Persija, sehingga dia tidak memprovokasi siapapun,' tambahnya.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Mengatur Emosi dalam Pertandingan
Pertandingan antara Persib dan Persija memang selalu sarat dengan emosi. Pemain diharapkan bisa menjaga keseimbangan antara semangat bertanding dan kontrol diri, terutama di momen-momen kritis.
Hodak menekankan pentingnya pengendalian emosi kepada para pemain menjelang pertandingan. 'Sebelum pertandingan, saya bicara kepada mereka untuk mengontrol emosinya,' ujarnya, menunjukkan keseriusannya dalam masalah ini.
Namun, ia menyadari bahwa emosi seringkali tidak bisa dihindari. 'Ketika mereka bermain 100 persen dan mencetak gol, tentu saja ada dorongan untuk mengekspresikan emosi,' imbuh Hodak, mencerminkan pemahaman terhadap kompleksitas permainan.
Persib sebagai Juara Paruh Musim
Kemenangan ini bukan sekadar menambah tiga poin, tetapi juga mengukuhkan posisi Persib sebagai juara paruh musim. Team menunjukkan peningkatan pesat setelah melewati tahun yang penuh tantangan.
Hodak meyakini bahwa timnya dapat mempertahankan performa yang baik, dengan konsistensi menjadi fokus utama. 'Saya bangga dengan pencapaian ini dan ingin semua pemain tetap fokus,' tegasnya, menegaskan aspirasi untuk mempertahankan performa tersebut.
Dengan kemenangan ini, Persib menambah catatan penting dalam rivalitas klasik melawan Persija, yang selalu menjadi sorotan utama dalam kalender sepak bola Indonesia.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: