Industri otomotif dunia sedang menghadapi perubahan besar, dengan produsen mobil dari China berpotensi menguasai satu per tiga pasar dalam lima tahun ke depan.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Dominasi pabrikan ternama seperti Toyota kini mendapat tantangan serius dari merek-merek asal China yang semakin berkembang.
Pergeseran Kekuasaan di Industri Otomotif
Laporan dari Carscoops menunjukkan bahwa performa merek otomotif asal China kian mengesankan, ditopang oleh kemampuan dalam elektrifikasi serta biaya produksi yang lebih rendah.
Perubahan ini bukan sekadar gangguan sementara, melainkan bagian dari penataan ulang besar dalam peta industri otomotif dunia.
Menurut analis UBS, meskipun pasar domestik di China masih berkembang pesat, ketergantungan pada pasar luar negeri menjadi kunci bagi keberlangsungan produksi mobil di negara tersebut.
Sekitar 20 persen dari total penjualan industri otomotif China berasal dari luar negeri, sehingga keberhasilan ekspansi global menjadi sangat penting.
Tantangan dan Peluang Bagi Pabrikan Lain
Beberapa pabrikan mobil konvensional mulai mengkaji ulang strategi kendaraan listrik mereka, mengingat laba yang menurun dan permintaan yang melambat.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Paul Gong, analis utama UBS, mengemukakan, "Hambatan utama disebabkan oleh melambatnya adopsi kendaraan listrik di Eropa, serta tarif dan proteksionisme terhadap kendaraan listrik China."
Namun, proyeksi UBS menunjukkan bahwa merek-merek dari China bisa menggerus dominasi pemain besar global seperti Toyota dan Volkswagen, yang sekarang menguasai sekitar 81 persen pangsa pasar utama.
Diperkirakan pangsa pasar ini akan menyusut menjadi 58 persen pada tahun 2030.
Strategi Ekspansi dan Investasi Global
Kunci keberhasilan produsen China ada pada penguatan fasilitas produksi lokal di berbagai negara, termasuk pabrik di Thailand dan Brasil, serta rencana ekspansi lebih lanjut di Eropa.
Pengendalian rantai pasok yang efisien, pengurangan biaya, dan kemampuan adaptasi yang baik memberikan mereka keunggulan kompetitif di pasar global.
Frank Diana dari Tata Consultancy Services menegaskan bahwa pengalaman belajar agresif yang dimiliki produsen China akan mempertahankan posisi mereka, "Fakta bahwa (China) telah belajar secara agresif berarti mereka akan memiliki posisi dominan dan pangsa pasar yang besar."
Dengan langkah-langkah investasi strategis, produsen dari China siap memasuki fase konsolidasi di industri kendaraan listrik yang makin kompetitif.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: