Minggu, 11 JANUARI 2026 • 17:09 WIB

Langkah Pemerintah Inggris Blokir Grok AI, Elon Musk Beraksi

Author

Langkah Pemerintah Inggris Blokir Grok AI, Elon Musk Beraksi

Pemerintah Inggris memutuskan untuk memblokir Grok AI, sebuah aplikasi buatan Elon Musk, yang berpotensi menghasilkan konten pornografi yang menyasar perempuan dan anak di bawah umur.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Keputusan ini menuai reaksi dari Musk, yang menuduh negara berusaha mengekang kebebasan berbicara padahal ia telah memberikan kontribusi dalam teknologi.

Grok AI di Bawah Sorotan

Grok AI telah menjadi pusat perhatian setelah terbukti mampu memproduksi gambar yang bersifat eksploitasi. Pengguna memanfaatkan teknologi ini untuk mengedit foto-foto perempuan dan anak-anak, menciptakan konten yang tidak pantas.

Musk mengklaim bahwa Grok telah mencapai posisi sebagai aplikasi paling banyak diunduh di App Store Inggris. Namun, pencapaian ini dibayangi kekhawatiran mengenai dampak negatife yang ditimbulkan oleh aplikasi tersebut.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Tanggapan dari Pihak Pemerintah

Menteri Teknologi Inggris, Liz Kendall, memastikan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap platform X jika tidak ada perbaikan dari pihak Musk. “X perlu mengendalikan situasi dan menghapus materi ini,” ujarnya.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, juga mengungkapkan keprihatinan yang sama tentang penggunaan AI generatif.

Penggunaan kecerdasan buatan generatif untuk mengeksploitasi orang tanpa persetujuan mereka adalah hal yang menjijikkan,” kata Albanese.

Perdebatan Kebebasan Berbicara

Situasi ini juga memicu perdebatan tentang kebebasan berbicara. Mantan Perdana Menteri, Liz Truss, mengatakan bahwa tindakan tersebut berpotensi membatasi hak berpendapat, mengkritik pemikiran yang muncul terkait larangan akses ke X.

Meskipun XAi telah melakukan pembatasan pada beberapa fitur Grok, aplikasi tetap bisa digunakan secara privat. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana efektivitas langkah pembatasan tersebut.

Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU