Penyanyi muda Nadin Amizah baru-baru ini membagikan kisah perjuangannya melawan spasmodic dysphonia (SD), gangguan suara yang berdampak negatif pada kemampuan vokalnya.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Melalui unggahan di media sosial, Nadin mengungkapkan betapa sulitnya ia menghadapi penurunan signifikan dalam performa menyanyinya.
Memahami Spasmodic Dysphonia
Spasmodic dysphonia (SD) adalah gangguan suara yang memengaruhi laring serta pita suara, dan dapat menyebabkan ketegangan pada suara yang keluar. Menurut Cleveland Clinic, kondisi ini dapat membuat suara seseorang terputus, tampak tegang, atau bahkan sangat lemah saat berbicara.
Kejang pada otot-otot yang mengendalikan pita suara menjadi penyebab utama dari gangguan ini. Bagi mereka yang mengalami spasmodic dysphonia, pita suara tidak dapat berfungsi secara optimal, sehingga memengaruhi kemampuan komunikasi.
Gejala dari SD bisa bervariasi, termasuk suara yang terdengar serak, terputus-putus, atau bahkan seperti berbisik. Hal ini tentunya sangat menyulitkan bagi seseorang untuk berinteraksi secara verbal.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dampak dan Penyebab Spasmodic Dysphonia
Penyebab spasmodic dysphonia sering kali terkait dengan gangguan pada bagian otak yang dikenal dengan ganglia basalis. Bagian ini berfungsi dalam mengatur gerakan otot yang terkoordinasi, dan gangguan pada sinyal otak dapat menyebabkan otot-otot pita suara mengalami spasme.
Seseorang yang mengalami gangguan ini, terutama berusia antara 30 hingga 60 tahun, mungkin akan merasakan kesulitan ketika berbicara. Gejala umum termasuk suara yang tegang dan tercekik, serta suara yang bergetar atau gemetar.
Hal ini menimbulkan tantangan besar dalam interaksi sosial, khususnya bagi mereka yang bekerja dalam bidang yang memerlukan kemampuan berbicara dan bernyanyi.
Kisah Perjuangan Nadin Amizah
Nadin Amizah dalam unggahan terbarunya membagikan dampak besar dari spasmodic dysphonia terhadap karirnya. Ia mengungkapkan, "Bahkan ngomong kelamaan aja leher pegel dan sakit bgttt. Range vocal menyempit/turun dari range sebelumnya," menjelaskan betapa berat perjalanan yang dilaluinya.
Nadin juga menambahkan, "Jadi kalau dibilang gabisa nyanyi sih, ga juga ya, bisa bisa aja. Tapi bayangin sesedih apa sesuatu yang biasanya semudah dan seringan bernapas untukku jadi sesuatu yang berat." Ucapan ini mencerminkan realitas pahit yang harus dihadapinya setiap hari.
Untuk menghadapi tantangan ini, Nadin berencana menjalani terapi berbicara dan latihan vokal. Meskipun keadaan sulit, ia bertekad untuk terus berkarya dan berharap untuk memulihkan kemampuannya di dunia musik.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: