Perwakilan Denmark dan Greenland di Washington tengah berupaya keras untuk meyakinkan pemerintah AS agar tidak mengusik kedaulatan Greenland. Langkah ini ditempuh di tengah kekhawatiran akan kemungkinan penggunaan kekuatan militer oleh AS untuk mendominasi pulau tersebut.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Duta Besar Denmark dan perwakilan Greenland mengadakan pertemuan penting dengan pejabat Gedung Putih untuk membahas tawaran kontroversial Presiden Donald Trump yang ingin menguasai Greenland secara permanen, bukan hanya lewat perjanjian sewa.
Upaya Diplomatik Intensif
Pertemuan antara Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Møller Sørensen, dan Jacob Isbosethsen, kepala perwakilan Greenland, berlangsung pada 8 Januari di Gedung Putih. Upaya ini memang sangat krusial untuk meredakan ketegangan terkait rencana Presiden Trump yang mengejutkan dalam mengusulkan penguasaan Greenland.
Dalam pertemuan tersebut, isu kepemilikan Greenland menjadi tema utama, di mana para diplomat memperdebatkan kembali pandangan Trump yang lebih mengutamakan kepemilikan dibandingkan perjanjian sewa yang lebih bersifat temporer. Seorang pejabat dari pemerintah Denmark yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan bahwa perbincangan sempat menyentuh kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk merebut pulau tersebut.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Pernyataan Trump dan Reaksi Global
Dalam sebuah wawancara dengan The New York Times, Trump menjelaskan bahwa 'kepemilikan memberi Anda sesuatu yang tidak bisa didapat dari sewa atau perjanjian.' Hal ini mengundang keprihatinan dari berbagai pemimpin global, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron yang berkomentar bahwa pernyataan tersebut mencerminkan 'hukum yang kuat menindas yang lemah.'
Wakil Presiden JD Vance juga menekankan stratejiknya Greenland untuk keamanan nasional AS. Ia mengingatkan pentingnya tanggapan serius dari para pemimpin Eropa terhadap pernyataan Presiden AS, sambil menyarankan agar Denmark meningkatkan langkah-langkah keamanan di wilayah itu.
Kemandirian Greenland dan Kedaulatan
Politisi Greenland Aaja Chemnitz menegaskan bahwa banyak warga Greenland merasa terpinggirkan dalam diskusi mengenai masa depan mereka. Ia menyatakan, 'Kami punya prinsip tegas di Greenland, No discussions about Greenland without Greenland,' menegaskan bahwa suara orang-orang adalah hal yang sangat penting.
Dukungan bagi kedaulatan Greenland semakin meluas di Eropa, di mana semakin banyak pemimpin negara menyuarakan pentingnya melibatkan pendapat rakyat Greenland dalam keputusan yang mempengaruhi mereka. Ini menunjukkan keinginan Greenland untuk memperkuat kerjasama internasional dengan prinsip saling menghormati.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: