Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengumumkan perpanjangan status darurat penanggulangan sampah selama dua minggu lagi. Keputusan ini diambil untuk meningkatkan efektivitas pengangkutan dan pembersihan sampah di wilayahnya.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Sekretaris BPBD Tangerang Selatan, Essa Nugraha, memastikan bahwa status darurat ini berlaku hingga 19 Januari 2026 dan menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap perilaku buang sampah.
Dampak Penanganan Sampah yang Belum Optimal
Perpanjangan status darurat ini dilakukan setelah evaluasi terhadap penanganan sampah fase pertama yang berakhir pada 5 Januari 2026. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa banyak tumpukan sampah yang masih perlu ditangani, sehingga langkah-langkah ekstra dianggap perlu.
Essa Nugraha menjelaskan bahwa selama masa perpanjangan, tim satuan tugas akan lebih aktif dalam melakukan pengangkutan sampah yang masih menumpuk di berbagai lokasi. Ini merupakan usaha untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah masalah sampah berlarut-larut.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Mengalihkan Pengiriman Sampah ke Cileungsi
Pemkot Tangerang Selatan juga mengambil langkah cerdas dengan mengalihkan pengiriman sampah ke tempat pembuangan sementara di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Langkah ini diambil setelah warga mengajukan protes terkait pengiriman sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong di Kota Serang.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengonfirmasi bahwa sebanyak 200 ton sampah per hari akan dialihkan ke Cileungsi selama dua minggu mendatang. Penghentian pengiriman ke Cilowong bersifat sementara, dan Pemkot bertekad untuk mengelola sampah secara efektif.
Evaluasi Sistem Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan
Benyamin Davnie juga menyampaikan bahwa Pemkot Tangsel sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah. Ia berharap situasi ini menjadi momen untuk mempercepat perbaikan pengelolaan limbah, agar Tangsel tidak terus bergantung pada kerjasama antar-daerah yang bersifat darurat.
Dengan demikian, Pemkot Tangsel berkomitmen untuk menciptakan kemandirian dalam pengelolaan sampah di masa depan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi permasalahan serupa di masa mendatang dan membangun lingkungan yang lebih bersih.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: