Kamis, 08 JANUARI 2026 • 16:34 WIB

Kisah Ammar Zoni: Klaim Intimidasi dan Permintaan Uang di Sidang Narkotika

Author

Kisah Ammar Zoni: Klaim Intimidasi dan Permintaan Uang di Sidang Narkotika

Ammar Zoni, selebriti sekaligus terdakwa narkotika, mengungkapkan adanya intimidasi dan pemaksaan pembayaran sebesar Rp3 miliar saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi

Pernyataan mengejutkan itu disampaikannya pada sidang yang digelar pada Kamis, 8 Januari, dimana ia menegaskan bahwa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tidak merefleksikan kebenaran.

Pernyataan Menggugah di Pengadilan

Dalam sidang yang penuh ketegangan, Ammar Zoni meminta agar Berita Acara Pemeriksaan dicabut, mengklaim bahwa keterangan yang ia berikan diperoleh di bawah tekanan.

"Saya menarik seluruh keterangan saya dalam BAP, saya dimintai keterangan di bawah tekanan dan saya tidak bicara seperti itu di depan penyidik," ungkap Ammar dengan tegas.

Ia pun berharap agar majelis hakim mempertimbangkan adanya penganiayaan yang dialaminya selama proses pemeriksaan, menyiratkan adanya pelanggaran etika yang serius dalam penanganan kasusnya.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Praktik Pemerasan di Balik Jeruji

Ammar juga membeberkan praktik pemerasan yang dialaminya, di mana ia diminta untuk menyiapkan dana sebesar Rp300 juta untuk setiap orang yang diamankan, totalnya mencapai Rp3 miliar untuk sepuluh orang.

"Saya diminta menyiapkan dana Rp 300 juta per kepala, tapi petugas itu meminta saya yang menanggung semua dan disuruh bayar Rp3 miliar untuk 10 orang yang diamankan waktu itu," jelasnya.

Penolakan Ammar terhadap permintaan tersebut berujung pada pemindahannya ke sel yang dikenal sebagai 'sel tikus', dengan kondisi yang tidak manusiawi.

Kasus Hukum yang Disorot Publik

Ammar Zoni kini menjadi terdakwa dalam kasus penjualan narkotika jenis sabu yang terjadi di Rutan Salemba, Jakarta Pusat, di mana ia dituduh menerima sabu dari seorang buron dan turut melakukan peredaran di dalam rutan.

Selain Ammar, terdapat lima terdakwa lain yang terlibat dalam kasus ini, menciptakan perhatian besar di kalangan publik terkait pengakuan dan tuduhan yang terungkap di pengadilan.

Sidang ini membahas isu-isu penting tentang etika dalam penegakan hukum, dan diperhatikan secara saksama oleh berbagai kalangan.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU