Kamis, 08 JANUARI 2026 • 13:20 WIB

Kedok Disinformasi: Penangkapan Presiden Maduro dan Dampak Media Sosial

Author

Kedok Disinformasi: Penangkapan Presiden Maduro dan Dampak Media Sosial

Berita mengenai penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ramai diperbincangkan di media sosial, namun banyak yang menyadari bahwa beberapa foto tersebut adalah hasil karya AI.

Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024

Fenomena ini dimulai setelah mantan Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan rencana serangan besar terhadap Venezuela yang memicu gelombang informasi menyesatkan.

Gelombang Disinformasi di Media Sosial

Sejak pengumuman serangan oleh Trump, gambar-gambar yang menunjukkan Maduro digiring oleh agen penegak hukum AS menjadi viral.

Muncul pula video yang menunjukkan konfrontasi antara masyarakat Venezuela dan pemerintah, hingga banyak yang merasa kesulitan membedakan mana informasi yang faktual.

The Guardian mengemukakan bahwa informasi palsu dan gambar tidak terverifikasi telah menyebar dengan cepat, menciptakan kebingungan di kalangan publik.

'Ketidakpastian informasi yang terverifikasi dalam serangan tersebut membuat publik semakin bingung,' jelas laporan tersebut.

Peran Influencer dalam Penyebaran Konten Palsu

Vince Lago, Wali Kota Coral Gables, menjadi salah satu contoh pengaruh besar dengan unggahannya tentang foto palsu Maduro yang dikawal oleh agen DEA.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dalam keterangan, Lago menuduh Maduro sebagai 'pemimpin organisasi narco-teroris yang mengancam negara kita,' dan pos ini mendapat lebih dari 1.500 likes.

Kenyataan ini menunjukkan betapa cepatnya konten palsu menyebar melalui akun-akun berpengaruh, yang mampu menjangkau banyak orang.

Sofia Rubinson, editor senior NewsGuard, mengatakan, 'Banyak visual yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan kerap membanjiri media sosial dengan fakta yang tidak sesuai.'

Konteks dan Ketidakakuratan dalam Video dan Gambar

Laporan NewsGuard mengidentifikasi banyak foto dan video yang menyesatkan, termasuk klaim tentang operasi militer di Venezuela.

Salah satu video yang menampilkan helikopter pasukan khusus AS ternyata diambil dari waktu dan lokasi yang tidak sesuai.

Pengolahan gambar dan rekaman lama untuk membentuk narasi saat ini menjadi semakin umum, sedangkan influencer sayap kanan juga menyebarkan video perayaan yang sebenarnya adalah rekaman tahun lalu.

'Sumber saat ini tidak menunjukkan adanya perayaan semacam itu di Caracas hari ini,' ungkap chatbot AI Grok terkait moderasi informasi.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU