Kamis, 08 JANUARI 2026 • 13:04 WIB

PSSI Jatuhkan Sanksi Seumur Hidup untuk Pemain Karena Tindakan Kekerasan di Liga 4

Author

PSSI Jatuhkan Sanksi Seumur Hidup untuk Pemain Karena Tindakan Kekerasan di Liga 4

Dwi Pilihanto, pemain dari KAFI Jogja, kini dilarang bermain seumur hidup oleh PSSI setelah terlibat dalam insiden kekerasan di Liga 4. Tindakannya yang menendang kepala lawan, Amirul, mengakibatkan cedera serius dan mendorong sanksi berat tersebut.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

PSSI D.I. Yogyakarta menegaskan bahwa tindakan Dwi melanggar nilai-nilai fair play yang dijunjung tinggi dalam sepakbola. Klub KAFI Jogja juga mengambil langkah tegas dengan memecat Dwi setelah keputusan sanksi oleh Komite Disiplin.

Rincian Insiden di Liga 4

Insiden yang melibatkan Dwi terjadi pada pertandingan Liga 4 DI Yogyakarta antara KAFI Jogja melawan UAD FC pada Selasa, 6 Januari 2026. Dalam perebutan bola, Dwi melakukan tindakan brutal dengan menendang kepala Amirul, yang menyebabkan pemain tersebut terjatuh dan harus mendapatkan perawatan.

Walaupun Dwi hanya menerima kartu kuning pada waktu itu, konsekuensi yang lebih serius menanti setelah investigasi oleh Panitia Disiplin PSSI D.I. Yogyakarta. Kekerasan seperti ini di level kompetisi bawah menjadi perhatian utama bagi banyak pihak.

Insiden semacam ini tidak hanya merugikan korban, tetapi juga mencoreng citra sepakbola Indonesia di mata publik. Pelanggaran yang terang-terangan ini menjadi pertanda bahwa perlu ada upaya lebih keras untuk mengatasi kekerasan di lapangan.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Sanksi Dari PSSI dan Tanggapan Klub

PSSI D.I. Yogyakarta telah resmi mengeluarkan sanksi larangan bermain seumur hidup kepada Dwi Pilihanto berdasarkan pelanggaran terhadap beberapa pasal dalam Kode Disiplin. Tindakan kekerasan dalam sepakbola, seperti yang dilakukan Dwi, sama sekali tidak dapat ditoleransi.

Menanggapi keputusan PSSI, klub KAFI Jogja segera memecat Dwi Pilihanto dari skuad mereka. Dalam surat pernyataan resmi, KAFI menyatakan, "Tim KAFI menerima dengan baik seluruh putusan Komdis PSSI DIY," dan menegaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan Dwi sudah sangat jelas.

Langkah tegas KAFI menunjukkan bahwa klub berkomitmen untuk menjaga integritas dan nilai-nilai sportivitas dalam persaingan. Mereka berharap semua pihak dapat belajar dari insiden ini dan mendorong praktik bermain yang lebih baik ke depan.

Dukungan untuk Korban dan Pentingnya Fair Play

Tak lupa, KAFI Jogja juga memberi perhatian kepada Amirul yang menjadi korban insiden tersebut. Klub ini mengungkapkan doa mereka agar Amirul segera pulih dari cedera yang dideritanya dan kembali bermain.

Pentingnya membangun budaya fair play di antara para pemain diingatkan oleh KAFI dalam pernyataannya. Hal ini menjadi fokus utama untuk menciptakan lingkungan kompetisi yang aman dan menyenangkan bagi semua pemain.

Dari sudut pandang yang lebih luas, insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi dunia olahraga. Keselamatan pemain harus selalu menjadi prioritas, dan tindakan kekerasan harus dihindari demi menjaga integritas kompetisi sepakbola.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU