Pemerintah Rusia secara resmi memberikan dukungan kepada Delcy Rodriguez sebagai Presiden Interim Venezuela, menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan. Ini merupakan respon langsung terhadap tindakan militer Amerika Serikat yang bertujuan menangkap Nicolas Maduro.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa Venezuela menghadapi ancaman neokolonial dan menyuarakan perlunya hak negara itu untuk menentukan nasibnya sendiri. Pernyataan ini muncul bersamaan dengan langkah Presiden Donald Trump yang mengerahkan pasukan khusus ke Venezuela.
Dukungan Rusia dan Kedaulatan Venezuela
Kementerian Luar Negeri Rusia memberikan pernyataan resmi yang menggarisbawahi pentingnya kedaulatan Venezuela. Dalam pernyataan tersebut, Rusia menuntut supaya hak Venezuela untuk menentukan nasibnya sendiri dijamin tanpa intervensi luar yang merugikan.
"Kami dengan tegas mendesak agar Venezuela dijamin haknya untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan eksternal yang bersifat merusak," tulis kementerian itu.
Moskow menganggap tindakan pemerintah Rodriguez sebagai langkah yang sah untuk mempertahankan kedaulatan negara. Rusia juga memastikan akan mendukung pemerintah baru ini menghadapi tekanan yang datang dari internasional.
Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang
Reaksi Rusia Terhadap Tindakan Militer AS
Meski tidak menyebut langsung Amerika Serikat, Rusia mengeluarkan kecaman keras setelah Presiden Trump mengerahkan pasukan khusus. Langkah ini dianggap sangat mengejutkan dan memicu protes dari pihak Moskow.
Rusia berpendapat bahwa tindakan Rodriguez adalah bentuk perlindungan yang sah bagi kedaulatan negara. Pengumuman ini menandai peningkatan ketegangan dalam hubungan internasional, khususnya dalam konteks pengaruh Rusia di Amerika Latin.
Sumber senior di Rusia mengingatkan akan keseimbangan kekuatan global, dengan pernyataan, "Jika Trump menegaskan kembali Doktrin Monroe, maka Rusia juga memiliki hak atas zona pengaruhnya sendiri."
Sikap Putin dan Dinamika Hubungan dengan AS
Presiden Vladimir Putin bersikap hati-hati dalam menanggapi situasi ini, mengingat adanya kepentingan untuk menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung di Ukraina. Ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi ketegangan, Putin masih berupaya mempertahankan hubungan bilateral yang baik.
Hingga kini, Putin belum memberikan komentar langsung terkait penangkapan Maduro, tetapi kementerian luar negeri Rusia telah meluncurkan kecaman yang mencerminkan ketidakpuasan terhadap tindakan AS.
Krisis yang dialami Venezuela berpotensi membawa dampak tidak hanya bagi negara tersebut, tetapi juga bagi posisi Rusia di Amerika Latin dan pengaruhnya dalam tatanan dunia yang lebih luas.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: