Rabu, 07 JANUARI 2026 • 17:45 WIB

Jam Tidur yang Tepat untuk Menjaga Berat Badan Remaja

Author

Jam Tidur yang Tepat untuk Menjaga Berat Badan Remaja

Kurang tidur ternyata punya dampak besar pada berat badan, terutama di kalangan remaja. Menurut Dr. Nur Aisiyah Widjaja dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, pola tidur yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko obesitas.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Ia menekankan bahwa regulasi jam tidur sangat penting untuk menjaga berat badan. Kebiasaan begadang dan konsumsi makanan tidak sehat sering kali menjadi penyebab utama masalah ini.

Pola Tidur dan Produksi Hormon

Dr. Aisiyah mengungkapkan bahwa idealnya seseorang tidur paling lambat pukul 21.00. Pada waktu ini, hormon melatonin mulai meningkat, yang berfungsi mengatur siklus tidur tubuh.

Ia menegaskan, "Jika tidur lewat dari jam itu, maka produksi melatonin terganggu dan digantikan oleh hormon leptin yang memicu rasa lapar dan keinginan makan, khususnya ngemil."

Kebiasaan tidur yang terlambat sering kali berkaitan dengan peningkatan konsumsi makanan tidak sehat, yang berkontribusi pada penambahan berat badan.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR

Konsumsi Makanan Tinggi Kalori

Menurut Dr. Aisiyah, makanan yang biasa dikonsumsi saat begadang adalah makanan tinggi kalori, seperti mie instan dan gorengan. Konsumsi makanan ini di malam hari sangat tidak dianjurkan.

Ia menekankan, "Makan mie instan di malam hari sangat tidak direkomendasikan. Kandungan kalorinya tinggi, apalagi jika ditambah telur yang mengandung lemak dan protein."

Kondisi ini menjadi lebih bermasalah karena pada malam hari, aktivitas tubuh cenderung minim, sehingga kalori berlebih lebih mudah disimpan sebagai lemak.

Hubungan antara Stres dan Kualitas Tidur

Kualitas tidur yang buruk juga memiliki hubungan yang erat dengan tingkat stres. Ketika seseorang mengalami stres, tubuh melepaskan hormon kortisol, yang dapat mengganggu pola tidur.

Dr. Aisiyah menjelaskan bahwa peningkatan hormon kortisol menghambat pelepasan melatonin, yang memperburuk kualitas tidur yang diperlukan untuk kesehatan.

Ia merekomendasikan, "Usahakan tidur pukul 21.00, makan terakhir maksimal pukul 19.00, dan hindari kebiasaan mengerjakan tugas semalaman."

Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU