Rabu, 07 JANUARI 2026 • 13:43 WIB

Kasus Influenza di AS Mencapai Tingkat Tertinggi dalam 25 Tahun

Author

Kasus Influenza di AS Mencapai Tingkat Tertinggi dalam 25 Tahun

Kasus influenza di Amerika Serikat mengalami lonjakan drastis, mencapai titik tertinggi dalam dua dekade terakhir. Hampir seluruh negara bagian melaporkan peningkatan signifikan yang dipicu oleh varian baru influenza A (H3N2) subclade K, yang dikenal sebagai 'super flu'.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam

Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa kunjungan ke dokter dengan gejala mirip influenza menyentuh angka 8,2 persen pada pekan terakhir tahun lalu, meningkat dari 6,7 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi Kesehatan Masyarakat di AS

Menurut Dr. Caitlin Rivers, seorang ahli epidemiologi dari Johns Hopkins Center for Health Security, 'Ini jelas tahun yang sangat berat. Kita belum pernah melihat kondisi seperti ini setidaknya dalam dua dekade terakhir.' Hal ini menunjukkan betapa mendesaknya situasi kesehatan masyarakat saat ini.

Dengan banyak wilayah di AS tetap berada di fase puncak penularan, layanan kesehatan semakin tertekan. Di Massachusetts, otoritas kesehatan melaporkan kesulitan di rumah sakit yang harus menangani jumlah pasien yang meroket, terutama anak-anak yang mengalami gejala parah.

Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat

Dampak Lonjakan Kasus Influenza

CDC memperkirakan sekitar 11 juta orang telah terinfeksi flu pada musim ini, dengan 120 ribu pasien dirawat di rumah sakit serta sekitar 5.000 kematian. Dari angka kematian tersebut, sembilan di antaranya adalah anak-anak, menunjukkan dampak yang sangat serius dari lonjakan ini.

Para pakar menyatakan bahwa lonjakan kasus tahun ini sangat tidak biasa, terutama setelah musim flu sebelumnya yang juga berat. 'Kami melihat anak-anak sakit parah, keluarga yang kehilangan orang tercinta, dan rumah sakit yang berada di bawah tekanan kapasitas,' ungkap dr. Robbie Goldstein, Komisioner Kesehatan Publik Massachusetts.

Strategi Vaksinasi dan Pencegahan

Tengah mengalami krisis, para ahli menekankan pentingnya vaksinasi sebagai langkah pencegahan yang krusial. Dr. Michael Osterholm dari University of Minnesota menandaskan, 'Jika belum divaksin, lakukan sekarang. Jangan menunggu.'

Meskipun demikian, CDC mencatat adanya penurunan tingkat vaksinasi flu di kalangan anak-anak dan orang dewasa, yang berpotensi memperburuk situasi. Vaksin flu yang ada saat ini terbukti efektif dalam melindungi dari sakit berat dan kematian, meskipun tidak sepenuhnya mencegah infeksi.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU